Wednesday, December 24, 2014

PERLU DIKETAHUI : "MITOS MENYUSUI"

Beberapa mitos menyusui, dan masih beberapa mitos, bahkan masih banyak lagi mitos .

1. Kebanyakan wanita tidak bisa menghasilkan ASI yang cukup. TIDAK BENAR! Hampir semua wanita menghasilkan ASI lebih dari cukup, bahkan sering kali timbul permasalahan seputar pasokan ASI yang terlalu berlebihan. Seorang bayi yang kenaikan berat badannya lambat, atau bahkan cenderung mengalami kehilangan berat badan, seringkali bukan disebabkan karena ibunya tidak cukup menghasilkan ASI, tetapi bayi tersebut tidak berhasil untuk mengeluarkan dan minum ASI yang dihasilkan oleh ibunya tersebut. Biasanya, hal ini disebabkan oleh pelekatan — yaitu posisi mulut bayi pada payudara ibu — yang kurang tepat. Oleh karena itu, sangat penting bagi seorang ibu baru untuk segera, pada hari pertama kelahiran, dipandu untuk melakukan pelekatan secara benar oleh seseorang yang benar-benar mengerti mengenai teknik pelekatan yang tepat.

2. Normal kok kalau payudara/puting terasa sakit pada saat kita sedang menyusui.TIDAK BENAR! Walaupun bukan sesuatu hal yang aneh jika pada hari-hari pertama menyusui seorang ibu akan merasa sedikit kurang nyaman pada payudaranya, tapi kondisi ini seharusnya hanya berlangsung selama beberapa hari saja, dan tidak boleh menjadi sedemikian parahnya sehingga seorang ibu menjadi takut untuk menyusui bayinya. Rasa sakit yang amat sangat pada puting ketika sedang menyusui menandakan bahwa bayi belum sempurna pelekatannya. Sakit atau lecet pada puting yang berlangsung selama lebih dari 3-4 hari tidak boleh diabaikan, harus dicari tahu penyebabnya. Membatasi waktu menyusu pada payudara juga bukan merupakan cara yang tepat untuk mencegah timbulnya puting lecet. Usahakan agar tindakan mengistirahatkan payudara dan puting sakit sebagai solusi yang terakhir.

3. 3-4 hari setelah kelahiran bayi, ASI memang belum (cukup) keluar. TIDAK BENAR! Seringkali memang nampak seperti demikian keadaannya karena posisi pelekatan bayi belum sempurna sehingga bayi tidak berhasil untuk minum ASI yang tersedia dalam payudara ibunya. Pada saat belum banyak ASI yang tersedia (memang normalnya demikianlah keadaannya untuk beberapa hari pertama), posisi pelekatan bayi harus sempurna sehingga bayi dapat mengeluarkan dan minum ASI dari payudara ibunya. Kalau tidak, maka sering terjadi “…tapi dia sudah menyusu selama 2 jam, kenapa yak kok masih lapar…”. Ketika pelekatan belum sempurna, bayi tidak dapat minum ASI pertama yang dihasilkan oleh ibunya, yaitu kolostrum. Siapapun yang menyarankan Anda untuk memerah/memompa ASI anda untuk mengetahui berapa banyak kolostrum yang dihasilkan jelas tidak memiliki pengetahuan laktasi, dan sebaiknya abaikan saja sarannya. Ketika pasokan ASI ibu menjadi banyak, kadangkala bayi tetap dapat minum ASI walaupun pelekatannya kurang baik.

4. Bayi harus menyusu pada setiap payudara masing-masing selama 20 (10, 15, 7, 6) menit. TIDAK BENAR! Namun demikian, harus dipastikan bahwa bayi tidak sekedar “ngempeng” pada payudara tapi benar-benar “minum” dari payudara. Apabila ternyata seorang bayi sudah berhasil minum ASI selama 15-20 menit dari satu payudara, kemungkinan besar dia tidak mau lagi minum dari payudara yang lainnya. Kalau dia hanya minum selama satu menit pada satu payudara, kemudian mengisap sebentar-sebentar atau bahkan jatuh tertidur, selanjutnya hal yang sama juga terjadi pada payudara yang lainnya, maka besar kemungkinan bayi akan tetap lapar. Seorang bayi akan menyusu dengan lebih baik, lebih efektif dan lebih lama apabila pelekatan mulut bayi pada payudara ibu telah benar.

  5. Bayi ASI membutuhkan tambahan cairan air putih ketika cuaca sedang panas.TIDAK BENAR! ASI mengandung seluruh cairan (air) yang dibutuhkan oleh bayi.

  6. Bayi ASI perlu tambahan asupan vitamin D. TIDAK BENAR! Semua orang butuh vitamin D. Produsen susu formula memang menambahkannya pada produk mereka. Namun, bayi lahir dengan hati yang penuh dengan vitamin D, serta kebiasaan menjemur bayi setiap pagi juga membantu dia mendapatkan tambahan vitamin D melalui sinar ultra violet. Vitamin D sifatnya larut dalam lemak dan dapat disimpan oleh tubuh. Dalam keadaan tertentu, misalnya ketika ibunya sendiri ternyata menderita kekurangan vitamin D, maka memberikan tambahan suplemen vitamin D kepada bayi bisa dianggap perlu.

Bayi saya mendapatkan suplemen vitamin D3 sejak lahirnya, tidak hanya bayi saya tapi juga bayi-bayi di Jerman atau negara 4 musim lainnya, apalagi yang lahir tidak pada musim panas karena tidak bisa berjemur untuk mendapatkan vitamin D langsung dari sinar matahari.

  7. Seorang ibu harus mencuci putingnya setiap kali sebelum mulai menyusui.TIDAK BENAR! Pemberian susu formula kepada seorang bayi memang harus sangat memperhatikan faktor-faktor kebersihan, karena susu formula merupakan tempat yang baik untuk berkembang biaknya bakteri dan juga rentan terhadap kontaminasi. Membersihkan/mencuci puting malah akan menghilangkan minyak-minyak alami yang melindungi puting dari resiko lecet karena puting kering.

  8. Dengan memompa/memerah ASI, seorang ibu bisa tahu berapa banyak ASI yang dihasilkan olehnya. TIDAK BENAR! Seberapa banyak ASI yang berhasil diperah/dipompa tergantung pada banyak sekali faktor, termasuk tingkat stres seorang ibu. Seorang bayi yang menyusu dengan benar bisa mengeluarkan ASI dari payudara ibunya jauh lebih banyak dibandingkan dengan jumlah ASI yang berhasil diperah/dipompa oleh ibunya sendiri. Jumlah ASI yang berhasil diperah/dipompa hanya bisa menjadi indikator terhadap seberapa banyak ASI yang bisa anda perah/pompa, bukan sebagai tolak ukur atas jumlah ASI yang bisa anda produksi secara keseluruhan.

  9. ASI tidak cukup mengandung zat besi untuk memenuhi kebutuhan bayi. TIDAK BENAR! ASI mengandung zat besi dalam jumlah yang tepat untuk memenuhi kebutuhan bayi. Apabila bayi lahir cukup bulan, maka zat besi yang terdapat didalam ASI bisa memenuhi kebutuhannya sekurangnya untuk 6 bulan pertama. Susu formula mengandung terlalu banyak zat besi, dan zat besi yang ditambahkan dalam susu formula tersebut sangat sedikit yang terserap oleh usus bayi, sehinga sebagian besar kemudian dikeluarkan kembali lewat BAB bayi.

IDAI menganjurkan pemberian suplemen Fe (iron/zat besi) saat bayi Anda berusia 4 bulan. Mengapa? Karena kasus ADB sangat banyak terjadi di Indonesia. WHO juga mengubah ketentuan pemberian daging menjadi lebih awal, yaitu minggu kedua MPASI, dengan alasan yang sama dan tertulis bahwa hal tersebut lebih ditujukan bagi negara-negara ketiga (third country).

  10. Lebih gampang memberikan susu dengan botol dibandingkan bila menyusui secara langsung. TIDAK BENAR! Namun demikian, seringkali proses menyusui menjadi sulit karena para ibu tidak mendapatkan bantuan praktis yang diperlukan pada saat pertama kali mulai menyusui bayinya. Suatu awal yang buruk memang dapat membuat proses menyusui menjadi sulit. Tetapi, kesulitan tersebut tentunya dapat diatasi. Kadangkala menyusui pada awalnya memang dirasakan sulit karena ibu tidak mendapatkan bantuan yang diperlukan sehingga timbul berbagai kesulitan. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, berbagai kesulitan tersebut dapat diatasi dan menyusui menjadi semakin mudah.

  11. Menyusui membuat ibu tidak bebas beraktivitas. TIDAK BENAR! Tergantung bagaimana anda memandangnya. Seorang bayi dapat disusui dimana saja, kapan saja sehingga sebenarnya lebih membebaskan bagi sang ibu. Tidak perlu menggotong segala macam peralatan pembuatan susu formula kemana-mana. Tidak perlu cemas memikirkan dimana dapat menghangatkan susu formula tersebut. Tidak perlu khawatir kesterilan proses pembuatan susu formula tersebut. Dan yang terpenting, ASI tetap dapat diperah/dipompa apabila ibu memang harus meninggalkan bayi dirumah.

  12. Tidak ada cara untuk mengetahui seberapa banyak ASI yang diminum oleh bayi. TIDAK BENAR! Memang tidak ada cara yang mudah untuk mengukur seberapa banyak ASI yang dikonsumsi oleh bayi, tetapi bukan berarti anda tidak bisa tahu apakah bayi anda cukup mendapatkan ASI. Pastikan bahwa posisi badan bayi pada saat sedang menyusu, serta pelekatan mulut bayi pada payudara ibu telah benar sehingga bayi dapat MINUM ASI dan bukan hanya ngempeng. Bayi BAK bisa sampai 5-6 kali dalam sehari, dan selesai sendiri menyusunya dengan cara melepaskan sendiri dari payudara ibu. Bayi tampak, tenang, kenyang dan tidak rewel ketika selesai menyusu, dan setiap bulan ada kenaikan BB bayi yang wajar.

  13. Dewasa ini, susu formula hampir sama kandungannya dengan ASI. TIDAK BENAR! Pernyataan bahwa susu formula sama kandungannya dengan ASI juga sudah pernah dipropagandakan produsen susu formula pada tahun 1900-an, bahkan jauh sebelumnya. Susu formula masa kini cenderung disama-samakan kandungannya dengan ASI, walau sebenarnya tidak. Setiap kandungan yang tidak terdapat dalam susu formula (tetapi terdapat dalam ASI) diputarbalikkan oleh produsen susu formula dan dianggap sebagai suatu nilai lebih. Intinya adalah, susu formula sama sekali berbeda dengan ASI, susu formula berusaha menyamakan diri dengan ASI walau dibuat berdasarkan pengetahuan yang sempit dan tidak menyeluruh tentang apa kandungan ASI sebenarnya. Susu formula tidak mengandung zat antibodi atau kekebalan tubuh, sel-sel hidup, enzim-enzim, dan tidak mengandung hormon. Dibandingkan ASI, susu formula mengandung lebih banyak zat aluminium, mangan, cadmium (sejenis logam berat), timbal dan zat besi. Susu formula juga mengandung jauh lebih banyak protein dibandingkan ASI. Kandungan protein dan lemak yang terdapat dalam susu formula juga berbeda dengan yang terdapat dalam ASI. Kandungan susu formula tidak berubah dari periode awal menyusui hingga akhir, dari hari pertama ke hari ketujuh ke hari ketigapuluh, dari satu ibu ke ibu lainnya, dari satu bayi ke bayi lainnya. ASI dibuat khusus hanya untuk bayi ANDA. Susu formula dibuat dan disamaratakan untuk semua bayi. Susu formula hanya mampu membuat bayi menjadi gendut, tetapi bayi tidak mendapatkan kandungan nutrisi dan zat gizi lainnya yang dibutuhkan, yang semuanya terdapat dalam ASI.

  14. Apabila seorang ibu menderita penyakit infeksi, maka dia harus berhenti menyusui. TIDAK BENAR! Menyusui justru malah akan membuat bayi lebih tahan terhadap infeksi, dengan sedikit sekali pengecualian. Pada saat sang ibu mengalami demam (atau batuk, muntah, diare, ruam, dsb), sang ibu sudah menularkan infeksi tersebut ke bayinya jauh sebelum ibu tahu bahwa ibu sedang menderita sakit. Perlindungan terbaik bagi bayi yang mengalami infeksi adalah ASI. Apabila bayi ikut tertular, maka bayi akan lebih cepat pulih bila bayi tetap mendapatkan ASI. Selain itu, mungkin saja sebenarnya si bayi lah yang menderita infeksi dan menularkannya kepada ibunya, tetapi bayi tidak menunjukkan tanda-tanda sakit karena bayi terus minum ASI. Juga, infeksi payudara, termasuk di dalamnya rasa sakit dan pembengkakan pada payudara, bukan merupkan alasan untuk ibu berhenti menyusui. Bahkan, infeksi payudara akan cepat pulih apabila sang ibu terus menyusui, terutama menyusui dengan payudara yang sedang sakit.

  15. Apabila bayi menderita diare atau muntah-muntah, maka ibu harus berhenti menyusui. TIDAK BENAR! Obat yang paling mujarab untuk infeksi saluran pencernaan bayi adalah ASI. Hentikan segala macam jenis asupan lainnya untuk sementara waktu, tetapi lanjutkan pemberian ASI-nya. ASI satu-satunya cairan yang dibutuhkan oleh bayi ketika dia sedang diare dan/atau muntah-muntah, kecuali dalam kasus tertentu yang sifatnya luar biasa. Bayi merasa lebih nyaman ketika sedang menyusu, ibu merasa lebih tenang ketika sedang menyusui.

  16. Apabila seorang ibu sedang mengkonsumsi obat-obatan, maka dia harus berhenti menyusui. TIDAK BENAR! Hanya sedikit sekali jenis obat-obatan yang tidak aman untuk dikonsumsi selagi ibu sedang menyusui. Apabil ibu sedang minum obat, maka ASI akan mengandung sedikit sekali obat-obatan yang sedang diminum ibu tersebut. Walau begitu, apabila Anda cenderung takut untuk minum obat selama menyusui, ada baiknya Anda mencari obat alternatif yang lebih aman. Resiko pemberian makanan buatan (susu formula) pada ibu dan bayi harus dipertimbangkan ketika memutuskan apakah menyusui dapat diteruskan.

Mitos-mitos Lainnya  
17. Seorang ibu yang sedang menyusui harus sangat memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsinya. TIDAK BENAR! Seorang ibu yang menyusui memang sebaiknya mengkonsumsi jenis makanan yang mengadung gizi seimbang dan sehat (tanpa penyedap --MSG, vetsin, moto, atau sejenisnya yg aditif--), tetapi tidak perlu mengkonsumsi jenis makanan tertentu atau bahkan menghindari beberapa jenis makanan. Seorang ibu yang menyusui tidak perlu minum susu untuk dapat menghasilkan susu. Seorang ibu yang menyusui sebaiknya mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi. Namun, apabila terdapat riwayat alergi di keluarga, misalnya alergi seafood dan alergi susu sapi, maka ibu menyusui perlu lebih hati-hati dalam mengkonsumsi jenis-jenis makanan tersebut.

  18. Seorang ibu yang sedang menyusui harus banyak makan untuk dapat memproduksi ASI yang cukup. TIDAK BENAR! Seorang ibu mampu memproduksi ASI secara cukup, kecuali apabila seorang ibu masuk ke kategori kurang gizi. Umumnya, bayi akan mendapatkan ASI sesuai dengan kebutuhannya. Banyak ibu yang khawatir apabila ia tidak banyak makan maka akan mempengaruhi produksi ASInya. Sebetulnya tidak perlu kuatir. Banyak atau tidaknya makanan yang dikonsumsi ibu tidak berpengaruh terhadap kualitas maupun kuantitas ASI. Ada ibu yang makan lebih banyak selama menyusui, ada yang makan lebih sedikit, dua-duanya sah-sah saja dan tidak mempengaruhi ASI. Seorang ibu sangat dianjurkan untuk makan makanan dengan gizi seimbang dan tentu saja sehat sesuai dengan seleranya.

  19. Seorang ibu yang sedang menyusui harus minum banyak cairan. TIDAK BENAR! Seorang ibu seharusnya minum sesuai dengan kebutuhan dan rasa hausnya. Ada beberapa ibu-ibu menyusui yang selalu merasa haus ketika sedang menyusui, namun ada juga yang tidak. Cuaca dan temperatur setempat juga sangat berpengaruh pada kebutuhan minum atau makan. Jangan terpaku pada ketentuan bahwa harus minum sekian gelas air per hari.

  20. Seorang ibu perokok sebaiknya memang tidak menyusui. TIDAK BENAR! Seorang ibu yang tidak bisa berhenti merokok seharusnya tetap menyusui bayinya. Penelitian telah membuktikan bahwa ASI menurunkan resiko efek sampingan yang secara negatif ditimbulkan oleh asap rokok, seperti penyakit paru-paru pada bayi. Memang akan jauh lebih baik apabila ibu tidak merokok, namun jika ibu tidak bisa berhenti merokok, maka lebih baik ibu merokok dan menyusui daripada ibu merokok tapi memberikan susu formula kepada bayi.

  21. Seorang ibu tidak boleh minum alkohol saat menyusui. Tidak benar! Konsumsi alkohol yang wajar seharusnya tidak dilarang. Seperti halnya dengan sebagian besar obat, alkohol sangat sedikit keluar di dalam susu. Sang ibu dapat mengkonsumsi alkohol dan tetap menyusui sebagaimana biasanya. Melarang alkohol adalah cara lain yang tidak perlu dalam membatasi ibu menyusui.

  22. Ibu yang putingnya berdarah tidak boleh menyusui. Tidak benar! Meskipun darah membuat bayi gumoh lebih banyak, dan darah bahkan mungkin muncul dalam buang air besar nya, ini bukan alasan untuk berhenti menyusui bayi. Puting susu yang sakit dan berdarah tidak lebih buruk dari puting susu yang sakit dan tidak berdarah. Rasa sakit yang merupakan masalah ibu, dan ini dapat diatasi.  Mintalah batuan. Kadang-kadang ibu mengalami perdarahan dari puting susu yang jelas berasal dari dalam payudara dan tidak biasanya berhubungan dengan nyeri. Hal ini sering terjadi dalam beberapa hari pertama setelah kelahiran dan mengendap dalam beberapa hari. Sang ibu tidak harus berhenti menyusui untuk ini. Jika pendarahan tidak berhenti segera, perlu dicari sumber masalahnya, tapi ibu harus tetap menyusui.

  23. Wanita yang pernah melakukan operasi pembesaran payudara tidak dapat menyusui. Tidak benar! Kebanyakan melakukannya dengan sangat baik. Tidak ada bukti bahwa menyusui dengan implan silikon berbahaya bagi bayi. Kadang-kadang operasi ini dilakukan melalui areola. Wanita dengan pembasaran payudara melalui areola ini sering memiliki masalah dengan pasokan susu, seperti halnya setiap wanita yang melakukan operasi dengan sayatan di sekitar garis areola.

  24. Wanita yang pernah melakukan operasi pengecilan payudara tidak dapat menyusui. Tidak benar! Operasi pengecilan payudara seringkali tidak menurunkan kemampuan ibu untuk memproduksi ASI, tetapi karena banyak ibu memproduksi ASI lebih dari cukup, beberapa ibu yang memiliki operasi pengecilan payudara kadang-kadang bisa menyusui secara eksklusif. Namun, jika ibu tampaknya tidak menghasilkan cukup ASI, dia masih bisa menyusui, dengan alat bantu menyusui (sehingga puting buatan tidak mengganggu menyusui).

  25. Bayi prematur perlu belajar untuk menggunakan botol sebelum mereka bisa mulai menyusui. Tidak benar! Bayi prematur akan lebih berkurang stress dengan menyusui daripada menggunakan botol susu. Seorang bayi dengan berat 1200 gram dan bahkan lebih kecil dapat mulai menyusu pada payudara segera setelah ia stabil, meskipun ia belum bisa melekat selama beberapa minggu. Namun, dia sedang belajar dan hal tersebut penting bagi bayi dan ibunya. Sebenarnya, berat badan bayi atau usia kehamilan tidak masalah seperti halnya kesiapan bayi untuk mengisap, sebagaimana ditentukan oleh gerakan bayi mengisap. Tidak ada alasan lagi untuk memberikan botol untuk bayi prematur seperti halnya pada bayi cukup bulan. Bila cairan tambahan benar-benar diperlukan ada cara untuk memberikannya tanpa menggunakan dot.

26. Bayi dengan bibir sumbing dan atau celah langit-langit tidak dapat menyusu.Tidak benar! Beberapa melakukannya dengan sangat baik. Bayi dengan bibir sumbing saja bisa menyusu dengan baik. Tapi banyak bayi dengan celah langit-langit memang mengalami kesulitan untuk melekat. Tidak diragukan, bagaimanapun, bahwa jika menyusu bahkan tidak dicoba, bayi tidak  akan pernah menyusu. Kemampuan bayi untuk menyusu tidak selalu tergantung pada seberapa parah/besar celah tersebut. Menyusu harus dimulai, sebanyak mungkin, menggunakan prinsip-prinsip menyusui yang tepat. Jika botol yang diberikan, hal itu akan melemahkan kemampuan bayi untuk menyusu. Jika bayi perlu diberi minum, tetapi tidak dapat melekat, cangkir bisa dan harus digunakan daripada botol. Memberi minum dengan jari kadang-kadang berhasil pada bayi dengan bibir sumbing/celah langit-langit, tapi tidak selalu.

27. Wanita dengan payudara kecil menghasilkan ASI lebih sedikit dibandingkan dengan payudara besar. Omong kosong!

28. Menyusui tidak memberikan perlindungan terhadap kehamilan. Tidak benar! Ini memang bukan metode yang handal, tetapi tidak ada metode 100% handal. Pada kenyataannya, menyusui bukan metode buruk untuk menjaga jarak kelahiran anak, dan memberikan perlindungan yang dapat diandalkan terutama selama enam bulan pertama setelah kelahiran. Hal ini hampir sama baiknya dengan pil KB, jika bayi di bawah usia enam bulan, jika ibu menyusui secara eksklusif, dan jika ibu belum mendapat menstruasi normal setelah melahirkan. Setelah enam bulan pertama, perlindungan berkurang, namun masih ada, dan rata-rata, wanita menyusui memasuki tahun kedua kehidupan akan punya bayi setiap dua sampai tiga tahun bahkan tanpa metode kontrasepsi buatan.

29. Ibu menyusui tidak boleh minum pil KB. Tidak benar! Pertanyaannya adalah bukan tentang paparan hormon wanita, yang bayi yang terkena pula melalui menyusui. Bayi hanya mendapat lebih sedikit dari pil. Namun, beberapa wanita yang minum pil, bahkan pil progestin saja, menemukan bahwa produksi ASI berkurang. Pil yang mengandung estrogen lebih mungkin untuk mengurangi produksi ASI. Karena begitu banyak wanita menghasilkan lebih dari cukup, ini kadang-kadang tidak masalah, tapi kadang-kadang tidak bahkan bila produksi ASI berlimpah, dan bayi menjadi rewel dan tidak puas saat menyusu. Bayi bereaksi terhadap kecepatan aliran ASI, bukan apa yang ada "di payudara", sehingga bahkan suplai ASI yang sangat baik mungkin menyebabkan bayi yang biasa dengan aliran lebih cepat menjadi rewel. Menghentikan penggunaan pil seringkali membuat normal lagi. Jika mungkin, wanita yang sedang menyusui sebaiknya menghindari pil KB, atau setidaknya menunggu sampai bayi mulai MPASI (biasanya sekitar 6 bulan usia). Bahkan pada bayi yang usianya >6 bulan, produksi ASI dapat turun secara signifikan. Jika ibu tetap memutuskan menggunakan pil KB, sebaiknya menggunakan pil progestin saja (tanpa estrogen).

30. Bayi memerlukan jenis susu lainnya setelah enam bulan. Tidak benar! ASI memberikan semua kebutuhan bayi yang ada di susu lain bahkan lebih banyak lagi. Bayi berusia lebih dari enam bulan harus dimulai makan makanan padat terutama agar mereka belajar bagaimana makan dan sehingga mereka mulai mendapatkan sumber zat besi lain, yang oleh 7-9 bulan, tidak diberikan dalam jumlah yang cukup dari ASI saja. Jadi susu sapi atau formula tidak diperlukan selama bayi menyusui. Namun, jika ibu ingin memberikan ASI setelah 6 bulan, tidak ada alasan bahwa bayi tidak bisa mendapatkan sapi atau susu kambing, selama bayi masih menyusui beberapa kali sehari, dan juga mendapatkan berbagai padat makanan di lebih dari jumlah minimal. Kebanyakan bayi berusia lebih dari enam bulan yang tidak pernah minum susu formula tidak akan menyukainya karena rasanya berbeda.

Lebih Banyak lagi Mitos dalam Menyusui  
31. Wanita dengan puting datar atau terbenam tidak bisa menyusui. Tidak benar! Bayi tidak menyusui pada puting susu, mereka menyusu pada payudara. Meskipun mungkin lebih mudah bagi bayi untuk melekat pada payudara dengan puting menonjol, puting tidak harus tetap keluar. Sebuah awal yang tepat biasanya akan mencegah masalah menyusui dan ibu dengan berbagai bentuk puting bisa menyusui dengan baik. Dulu, nipple shield sering disarankan agar bayi dapat menyusu. Nipple shield tidak boleh digunakan, terutama dalam dua minggu pertama! Meskipun kelihatannya bisa menyelesaikan masalah, penggunaannya dapat mengakibatkan proses menyusui yang buruk dan penurunan berat badan yang parah, serta membuat bayi lebih sulit untuk melekat di payudara. Jika bayi tidak bisa menyusu pada payudara pada awalnya, dengan bantuan yang tepat, dia akan sering menyusu pada payudara nanti. Payudara juga berubah dalam beberapa minggu pertama, dan selama ibu menjaga pasokan ASI yang baik, bayi biasanya akan melekat pada usia 8 minggu usia entah bagaimana caranya, namun mintalah bantuan dan bayi dapat melekat dengan baik lebih awal.

32. Wanita hamil harus berhenti menyusui. Tidak benar! Jika ibu dan anak masih menghendaki, menyusui dapat dilanjutkan. Beberapa ibu terus menyusui anak yang lebih besar bahkan setelah melahirkan bayi. Banyak wanita memutuskan untuk berhenti menyusui ketika mereka hamil karena puting mereka yang sakit, atau karena alasan lain, tetapi tidak perlu terburu-buru atau alasan medis untuk menghentikan menyusui. Pada kenyataannya, banyak alasan baik untuk tetap menyusui. Pasokan ASI kemungkinan akan menurun selama kehamilan, tetapi jika bayi mendapat asupan lain, ini bukan  permasalahan. Namun, beberapa bayi akan berhenti menyusui jika produksi ASI sedikit.

33. Bayi yang sedang diare tidak boleh menyusu. Tidak benar! Pengobatan terbaik untuk infeksi usus (gastroenteritis) adalah menyusui. Selain itu, bayi tidak memerlukan cairan lain selain ASI. Jika intoleransi laktosa adalah masalah, bayi dapat diberi cairan tetes lactase, tersedia tanpa resep, tepat sebelum atau setelah menyusu, tapi ini jarang diperlukan dalam menyusui bayi. Dapatkan informasi tentang penggunaannya dari klinik. Dalam hal apapun, laktosa intoleransi karena gastroenteritis akan hilang seiring dengan waktu. Susu formula bebas laktosa tidak lebih baik dari menyusui. Menyusui adalah lebih baik daripada susu formula apapun.

34. Bayi akan tetap berada pada payudara selama dua jam karena mereka suka mengisap. Tidak benar! Bayi membutuhkan dan suka mengisap, tetapi seberapa banyak yang mereka butuhkan? Kebanyakan bayi yang tetap di payudara untuk waktu yang lama mungkin lapar, meskipun mereka mungkin mendapatkan ASI dengan baik. Berada di payudara tidak sama dengan menyusu di payudara. Melekatkan bayi ke payudara dengan lebih baik memungkinkan bayi untuk menyusu lebih efektif, sehingga menghabiskan lebih banyak waktu untuk benar-benar minum. Anda juga dapat membantu bayi untuk minum lebih banyak dengan memerah ASI ke mulutnya ketika dia tidak menelan lagi sendiri. Bayi lebih muda dari 5-6 minggu seringkali tertidur pada payudara karena aliran susu lambat, belum tentu karena mereka telah cukup untuk minum.

35. Bayi perlu tahu bagaimana minum dari botol. Oleh karena itu botol harus diperkenalkan sebelum bayi tidak mau minum dari botol. Tidak benar! Meskipun banyak ibu memutuskan untuk memperkenalkan botol karena berbagai alasan, tidak ada alasan bayi harus belajar minum dari botol. Memang, tidak ada keuntungan bagi bayi itu minum dari botol. Karena wanita di Kanada memperoleh 52 minggu cuti hamil, bayi dapat mulai makan makanan padat sekitar 6 bulan, jauh sebelum ibu kembali bekerja. Bayi itu bahkan dapat minum cairan atau makanan padat yang cukup encer dari sendok. Bayi dapat mulai belajar bagaimana untuk minum dari cangkir sejak lahir atau lebih, dan meskipun mungkin membutuhkan waktu beberapa minggu untuk bayi yang lebih tua untuk belajar menggunakannya secara efisien, ia akan belajar. Jika ibu akan memperkenalkan botol, lebih baik dia menunggu sampai bayi telah menyusu dengan baik selama 4-6 minggu, dan kemudian memberikan hanya sesekali. Kadang-kadang, bagaimanapun, bayi yang minum dari botol dengan baik pada 6 minggu, menolaknya pada 3 atau 4 bulan bahkan jika mereka telah mendapatkan botol teratur. Jangan khawatir, kemudian lanjutkan seperti di atas dengan makanan padat dan sendok. Memberikan botol saat menyusui tidak berjalan dengan baik adalah bukan ide yang baik dan biasanya membuat menyusui bahkan lebih sulit. Demi Anda dan bayi jangan mencoba untuk "membuat bayi lapar sampai menyerah". MIntalah bantuan.

36. Jika ibu menjalani operasi, dia harus menunggu sehari sebelum menyusui lagi.Tidak benar! Ibu dapat menyusui segera setelah operasi, segera setelah dia sadar.  Baik obat yang digunakan selama anestesi, obat penghilang rasa sakit atau antibiotik yang digunakan setelah operasi tidak mengharuskan ibu bergenti menyusui, kecuali dalam keadaan khusus. Rumah sakit yang paham akan mengakomodasi ibu menyusui dan bayi ketika salah satu ibu atau bayi perlu dirawat di rumah sakit, sehingga dapat terus menyusui. Banyak aturan yang membatasi menyusui lebih untuk kenyamanan staf daripada untuk kepentingan ibu dan bayi.

37. Menyusui kembar sangat sulit dilakukan. Tidak benar! Menyusui bayi kembar lebih mudah daripada memberikan susu dengan botol pada bayi kembar, jika menyusui berjalan dengan baik. Inilah sebabnya mengapa sangat penting bahwa upaya khusus harus dilakukan untuk mendapatkan ASI tepat ketika ibu memiliki kembar. Beberapa wanita telah menyusui secara eksklusif bayi kembar tiga. Ini jelas membutuhkan banyak usaha dan waktu, tapi kembar dan kembar tiga membutuhkan lebih banyak usaha dan waktu bagaimanapun bayi diberi makanan yang tepat, yaitu ASI.

38. Wanita yang payudaranya tidak memperbesar atau hanya sedikit membesar selama kehamilan, tidak akan menghasilkan ASI yang cukup. Tidak benar! Ada sangat sedikit wanita yang tidak dapat menghasilkan cukup ASI (meskipun mereka dapat terus menyusui, dengan dilengkapi dengan bantuan laktasi). Beberapa wanita mengatakan bahwa payudara mereka tidak membesar selama kehamilan. Namun, sebagian besar wanita yang dadanya tidak tampak membesar selama kehamilan menghasilkan ASI lebih dari cukup.

39. Ibu yang payudaranya tidak tampak penuh produksi ASI-nya sedikit. Tidak benar! Payudara tidak perlu terasa penuh untuk menghasilkan banyak ASI. Hal yang biasa bahwa wanita menyusui itu merasa payudaranya kurang penuh saat tubuhnya menyesuaikan asupan susu bayinya. Hal ini dapat terjadi tiba-tiba dan dapat terjadi sejak dua minggu setelah kelahiran atau bahkan lebih awal. Payudara tidak pernah "kosong" dan juga menghasilkan ASI saat bayi menyusu. Apakah bayi mendapat ASI dari payudara? Itulah yang penting, bukan bagaimana payudara terasa penuh. Tidak perlu percaya bila ada yang meremas payudara Anda untuk menentukan apakah ASI cukup atau tidak cukup.

40. Menyusui di tempat umum adalah tidak sepatutnya. Tidak benar! Ini adalah penghinaan dan pelecehan terhadap ibu yang sedang menyusui bayi mereka dengan menyebut hal tersebut tidak sepatutnya. Wanita yang mencoba melakukan yang terbaik untuk bayi mereka tidak boleh dipaksa oleh orang lain atau kurangnya pemahaman orang lain untuk tinggal di rumah atau menyusui bayi mereka di toilet umum. Mereka yang tidak berkenan hanya perlu memalingkan muka. Anak-anak tidak akan mengalami kerusakan psikologis dengan melihat seorang wanita menyusui. Sebaliknya, mereka bisa belajar sesuatu yang penting, indah dan mempesona. Mereka bahkan bisa belajar bahwa payudara tidak hanya untuk menjual bir. Wanita lain yang telah meninggalkan bayi mereka di rumah untuk diberi minum dengan botol ketika mereka keluar mungkin akan terdorong untuk membawa bayi bersama mereka di lain waktu.

41. Menyusui anak sampai usia 3 atau 4 tahun adalah abnormal dan tidak baik bagi anak, menyebabkan hubungan ketergantungan antara ibu dan anak. Tidak benar! Menyusui selama 2-4 tahun adalah norma dalam sebagian besar budaya sejak awal waktu manusia ada di planet ini. Hanya dalam 100 tahun terakhir ini menyusui dipandang sebagai sesuatu yang harus dibatasi. Menyusui anak-anak yang memasuki tahun ketiga tidak membuat mereka tergantung. Sebaliknya, mereka cenderung merasa sangat aman dan dengan demikian lebih mandiri. Mereka sendiri akan memutuskan untuk berhenti menyusu (dengan dorongan yang lembut dari ibu), dan dengan demikian akan merasa aman dalam pemenuhan kebutuhan mereka.

42. Jika bayi tidak menyusu dari payudara selama beberapa hari (minggu), ibu tidak boleh menyusui lagi karena ASI basi. Tidak benar! ASI tetap bagus seperti sebelumnya. ASI di payudara bukan susu atau susu formula dalam botol.

43. Setelah olah raga seorang ibu tidak boleh menyusui. Tidak benar! Sama sekali tidak ada alasan mengapa seorang ibu tidak akan bisa menyusui setelah berolahraga. Penelitian yang diakui menunjukkan bahwa bayi rewel saat menyusu setelah ibu berolahraga itu tidak benar dan bertentangan dengan pengalaman sehari-hari dari jutaan ibu.

44. Ibu menyusui tidak boleh mewarnai rambutnya. Tidak benar! Saya tidak tahu dari mana pendapat ini berasal. :D

45. Menyusui sering disalahkan untuk banyak hal. Benar! Profesional kesehatan keluarga, tetangga, teman dan sopir taksi akan menyalahkan menyusui jika ibu lelah, gugup, menangis, sakit, sakit di lututnya, sulit tidur, selalu mengantuk, terasa pusing, anemia, memiliki relaps artritis (migrain, atau masalah kronis), mengeluh rambut rontok, perubahan penglihatan, dering di telinga atau kulit gatal. Menyusui akan disalahkan sebagai penyebab masalah perkawinan dan perilaku anak-anak. Menyusui disalahkan ketika harga-harga naik dan perekonomian goyah. Dan setiap kali ada sesuatu yang tidak sesuai dengan "buku gambar" kehidupan, sang ibu akan diberitahu oleh semua orang bahwa hal itu akan lebih baik jika ia berhenti menyusui. 

Lebih Banyak Lagi Mitos Menyusui  
46. Ibu menyusui tidak bisa menyusui jika mereka sedang menjalani pemeriksaan dengan sinar-X. Tidak benar! Pemeriksaan dengan sinar X regular seperti pada dada dan gigi tidak mempengaruhi ASI atau bayi dan ibu dapat menyusui tanpa kekhawatiran.Mammogram lebih sulit dibaca saat ibu menyusui, tetapi dapat tetap dilakukan dan ibu tidak harus berhenti menyusui hanya untuk pemeriksaan tersebut. Selain itu, ada cara lain untuk memeriksa benjolan payudara. Metode terbaru seperti CT scan dan MRI scan tidak menjadi perhatian, bahkan jika metode kontras digunakan. Dan sinar X khusus yang menggunakan media kontras? Selama tidak ada isotop radioaktif yang digunakan tidak ada yang perlu dikuatirkan dan ibu tidak harus berhenti menyusui bahkan untuk sekali. Hal ini termasuk penelitian-penelitian seperti pyelogram intravena, lymphangiogram, venogram, arteriogram, myelogram, dll. Bagaimana dengan penelitian yang menggunakan nukleotida radioaktif (scan tulang, scan paru-paru, dll)? Bayi akan menerima sedikit nukleotida radioaktif melalui ASI. Namun, hal tersebut seperti pemeriksaan yang sama yang sering dilakukan pada anak-anak, bahkan pada bayi kecil.  Dan bila potensi kerugian jika ibu berhenti menyusui cukup besar, ibu sebaiknya, menurut pendapat saya, terus menyusui. Jika ibu merasa harus berhenti menyusui untuk jangka waktu tertentu, sebaiknya ibu memerah ASI sebelumnya sehingga bayi mendapat ASI perah dan bukan susu formula. Setelah dua setengah hidup, 75% dari senyawa tersebut akan keluar dari tubuh Anda. Ini tentu saja menunggu cukup lama (setengah kehidupan teknesium, yang digunakan dalam scan radioaktif yang hanya enam jam, sehingga 12 jam setelah injeksi, 75% dari itu akan keluar dari tubuh Anda). Pengecualian adalah tiroid scan menggunakan I131. Tes ini harus dihindari pada ibu menyusui. Ada banyak cara untuk mengevaluasi tiroid, dan hanya pada kondisi yang sangat khusus thyroid scan benar-benar harus dilakukan. Jika pemindaian harus dilakukan, melakukannya dengan I123 mengharuskan ibu untuk berhenti menyusui selama 12 sampai 24 jam tergantung pada dosis. Cek dulu sebelum menggunakan radioaktif yodium – pemeriksaan bisa menunggu sampai ibu yakin. Dalam banyak kasus di mana scan harus dilakukan, dapat ditunda selama beberapa bulan. Kebetulan, pemindaian paru-paru dengan radioaktif kontras tidak lagi merupakan tes terbaik untuk menyingkirkan gumpalan paru-paru. CT scan sekarang merupakan pemeriksaan yang lebih disukai untuk membuktikan atau menyangkal diagnosa.

47. ASI dapat ‘mengering’ begitu saja. Tidak benar! Atau jika ini terjadi, itu merupakan kejadian langka. Di samping perubahan dari hari ke hari dan dari pagi ke malam, produksi ASI tidak berubah tiba-tiba. Ada perubahan-perubahan yang terjadi yang mungkin membuatnya tampak seolah-olah produksi ASI tiba-tiba jauh lebih sedikit, sbb:
  • Peningkatan kebutuhan bayi, atau disebut percepatan pertumbuhan. Jika ini yang menjadi alasan ASI seolah-olah tidak cukup, menyusui lebih sering selama beberapa hari akan membuatnya kembali normal. Coba memerah payudara dengan tangan Anda untuk membantu bayi mendapatkan ASI.
  • Perubahan perilaku bayi. Pada usia sekitar lima sampai enam minggu, bayi yang tertidur di payudara ketika aliran susu melambat, cenderung mulai menarik-narik payudara atau menangis ketika aliran ASI melambat. ASI belum kering, tapi bayi telah berubah. Coba menggunakan teknik kompresi payudara untuk membantu bayi mendapatkan lebih banyak ASI.
  • Payudara ibu seperti tidak penuh atau lunak. Hal ini normal setelah beberapa minggu bagi ibu yang payudaranya tidak lagi membengkak, atau bahkan penuh. Selama bayi minum pada payudara, jangan khawatir!
  • Bayi menyusui kurang baik. Hal ini sering karena bayi yang diberikan dot botol atau empeng dan dengan demikian belajar menyusu dengan cara yang tidak tepat.

48. Dokter tahu banyak tentang menyusui. Tidak benar! Tentu saja, ada beberapa dokter yang paham tentang menyusui. Namun, sangat sedikit dokter terlatih di Amerika Utara atau Eropa Barat belajar tentang menyusui di sekolah kedokteran. Bahkan lebih sedikit lagi para dokter yang belajar tentang aspek-aspek praktis dalam membantu ibu mulai menyusui dan membantu mereka mempertahankan menyusui. Setelah sekolah kedokteran, sebagian besar dokter mendapatkan informasi tentang pemberian makan bayi dari perwakilan perusahaan susu formula atau iklan.

49. Dokter anak, setidaknya, tahu banyak tentang menyusui. Tidak benar!  Tentu saja, ada beberapa pengecualian. Namun, dalam pelatihan sekolah pasca sekolah kedokteran mereka (residensi), kebanyakan dokter anak tidak belajar apa pun secara formal tentang menyusui, dan apa yang mereka dapatkan secara sepintas sering salah. Untuk sebagian besar siswa di kedokteran anak, menyusui dipandang sebagai "kendala untuk perawatan medis yang baik" dari bayi yang dirawat di rumah sakit.

50. Literatur dari perusahaan susu formula perusahaan dan sampel susu formula tidak mempengaruhi berapa lama seorang ibu menyusui. Benarkah? Jadi, mengapa perusahaan-perusahaan formula bekerja keras untuk memastikan bahwa ibu baru diberikan sampel susu formula ini, sampel dari perusahaan mereka? Apakah sampel-sampel susu formula ini dan literatur diberikan untuk mendorong menyusui? Apakah perusahaan susu formula mengambil biaya sampel dan booklet sehingga ibu akan didorong untuk menyusui lagi? Perusahaan-perusahaan tersebut sering berpendapat bahwa, jika ibu memberikan susu formula, mereka ingin ibu untuk menggunakan merek mereka. Namun dalam bersaing satu sama lain, perusahaan-perusahaan formula juga bersaing dengan menyusui. Apakah Anda yakin terhadap argumen yang digunakan perusahaan rokok?   

51. ASI yang diberikan bersama dengan susu formula dapat menyebabkan masalah bagi bayi. Tidak benar! Kebanyakan ibu menyusui tidak perlu menggunakan susu formula dan ketika muncul masalah yang tampaknya membutuhkan susu buatan, sering masalah dapat diatasi tanpa menggunakan susu formula. Namun, ketika bayi mungkin memerlukan susu formula, tidak ada alasan bahwa ASI dan susu formula tidak dapat diberikan bersama-sama.

52. Bayi yang disusui sesuai permintaan kemungkinan besar akan "kolik". Tidak benar! Bayi ASI yang kolik seringkali pertambahan berat badannya sangat cepat dan kadang-kadang minum sering. Namun, sering kolik bukan karena mereka sering menyusu, tetapi karena mereka tidak minum ASI seperti seharusnya. Biasanya, bayi minum dengan sangat baik untuk beberapa menit pertama, kemudian ngempeng atau tidur. Ketika bayi ditawarkan payudara yang satunya, dia akan minum lagi sebentar dan kemudian ngempeng atau tidur. Bayi akan mendapatkan ASI yang kadar lemaknya relatif rendah dan dengan demikian minum sering. Menyusu dengan selalu mendapatkan ASI yang rendah lemak tersebut dapat menimbulkan gas, menangis dan buang air besar yang encer. Ibu dapat mendorong bayi untuk menyusu lagi di payudara yang pertama, sehingga mendapatkan ASI dengan kadar lemak lebih tinggi, dengan menggunakan teknik kompresi payudara saat bayi tampak menghisap payudara tetapi tidak minum. 

53. Ibu yang mendapat imunisasi (tetanus, rubella, hepatitis B, hepatitis A, dll) harus berhenti menyusui selama 24 jam (3 hari, 2 minggu). Tidak benar! Mengapa mereka harus berhenti menyusui? Tidak ada resiko untuk bayi, dan bahkan menguntungkan. Pengecualian yang sangat jarang adalah pada bayi yang memiliki kekurangan kekebalan tubuh. Dalam hal ini ibu sebaiknya tidak mendapat imunisasi dengan virus hidup yang dilemahkan (misalnya oral, bukan polio suntik, atau campak, gondok, rubella) bahkan jika bayi sedang mendapatkan ASI perah dengan botol dot.

54. Tidak ada yang namanya bingung puting. Tidak benar! Bayi tidak bingung, meskipun demikian, bayi tahu persis apa yang dia inginkan. Bayi yang mendapat aliran lambat dari payudara dan kemudian mendapat aliran cepat dari botol akan mengenali bahwa yang satu lebih cepat daripada yang lain. Bayi yang hanya menyusu dari payudara selama tiga atau empat bulan akan menolak botol dot. Beberapa bayi lebih suka payudara kanan atau kiri. Bayi yang minum dari botol dot  biasanya lebih memilih satu jenis dot. Jadi ada semacam pemilihan terhadap satu puting disanding yang lain. Pertanyaannya adalah seberapa cepat hal itu bisa terjadi? Bahkan pada bayi yang mendapatkan serangkaian proses yang benar, preferensi/pemilihan dapat terjadi setelah mendapatkan satu atau dua botol dot. Bayi yang mengalami kesulitan pelekatan mungkin tidak pernah diberi dot, tetapi mengenalkan dot jarang dapat memperbaiki, dan sering membuatnya lebih buruk. Perhatikan bahwa kebanyakan orang yang mengatakan bahwa tidak ada yang namanya bingung puting juga menyarankan ibu untuk mulai memberikan botol dot lebih awal sehingga bayi tidak akan menolaknya. Jadi, bingung puting itu penjelasan singkatnya ADA, kecenderungan bayi memilih dot karena tidak perlu berusaha keras untuk meminumnya, sehingga menolak puting. Pengalaman masing-masing bayi itu tidak sama, jika Anda mendengar cerita bahwa bayi yang lain tidak mengalami bingung puting walaupun sudah kena dot/empeng, jangan samakan bayi Anda dengan bayi tersebut.

55. MPASI adalah yang terpenting. Tidak benar! ASI tetap merupakan sumber terpenting terutama bagi bayi Anda hingga mencapai usia 1 tahun. Sesuai dengan istilahnya, MPASI hanyalah sebagai makanan pendamping. Oleh karena itulah, banyak negara maju yang tetap menomorsatukan ASI dibanding MPASI. Satu bulan pertama MPASI, bayi Anda akan dianjurkan untuk hanya sarapan ASI, MPASI hanya berlaku untuk makan siang dan makan malam saja. Sarapan ASI inipun pengacu pada pengertian mendasar bahwa makan pagi adalah menu terpenting harian manusia. Pemberian makan malam pun tidak dapat langsung diberikan jika bayi Anda hanya menghabiskan porsi 20-40 gram saja, lebih dari itu bias diberikan makan malam pada hari yang sama. Standarnya memang MPASI diberikan saat bayi berusia 6 bulan (pada usia 4 bulan untuk beberapa kasus khusus, namun hal ini lebih sering dilakukan oleh bayi sufor), hanya saja jika setelah dievaluasi oleh DSA dan juga Anda serta bayi Anda sendiri bahwa kebutuhan rasa laparnya masih cukup hanya dengan pemberian ASI, maka tidak perlu untuk langsung memulai MPASI pada usia 6 bulan, bisa 7 bulan bahkan pada usia 8 bulan. Hal ini juga berlaku jika bayi Anda tidak termasuk dalam skala rata-rata untuk perkembangan panjang badan dan berat badannya. Selain itu banyak pula ibu yang melakukan pemberian MPASI lebih dari usia 6 bulan karena menunggu si bayi bias duduk secara sempurna. Tentunya kasus-kasus ekstra seperti ini dalam pengawasan dan juga hasil evaluasi serta analisa DSA.

56. Alat kelamin bayi yang terkena ASI menyebabkan mandul. Tidak benar! Tidak ada kaitannya sama sekali ASI yang menetes di alat kelamin bayi dengan kesuburan bayi itu sendiri nantinya. Apakah Anda juga percaya bahwa sekedar ciuman bibir akan berakibat kehamilan?

57. Alkohol meningkatkan produksi ASI. Tidak benar! Saat minum minuman beralkohol seperti anggur, bir, dan sampanye memang produksi ASI akan sangat cepat terjadi dan payudara akan sangat cepat terasa penuh. Yang perlu dimengerti adalah bukan alkoholnya yang meningkatkan produksi ASI, melainkan ada kandungan tertentu pada winebeer, danchampagne tersebut yang menyebabkannya. Yaitu Gerste (barley/semacam gandum) yang menjadi menu utama dalam proses pembuatan minuman-minuman tersebut. Jika memang Anda ketergantungan atau pada saat tertentu disuguhi anggur, bir, atau sampanye, sebaiknya hindari yang beralkohol. Konsumsi saja anggur, bir, atau sampanye yang berlabel bebas alkohol atau khusus anak-anak (children beer alias malt drinkchildren champagnechildren punch, dll). Hal lainnya yang perlu Anda pahami adalah bahwa minuman-minuman ini hanya menyebabkan produksi ASI meningkat, namun membuat bayi Anda sulit dan kewalahan untuk meminumnya karena hormon oxytocin yang tugasnya mengalirkan ASI keluar sehingga bisa terminum oleh bayi menjadi terganggu fungsinya.

58. Ibu menyusui tidak boleh makan yang pedas atau berbumbu ‘tajam’. Tidak benar! Ibu menyusui boleh makan pedas atau berbumbu dapur yang rasanya tajam seperti bawang, merica, timian, kemangi (daun basil), marjoram, oregano, jahe, dll. Rasa pedas atau lainnya tersebut (termasuk yang amis-amis) tidak akan 100% sama lagi saat sudah diproses oleh tubuh dan masuk pada ASI, jadi ASI Anda tidak akan terasa pedas atau berlebihan seperti yang dipikir generasi tua. Rasa ASI memang akan berpengaruh atas apa yang dikonsumsi si ibu, tapi itupun sangat teramat aman dan dinikmati oleh banyak bayi. Jika terjadi penolakan akan muncul reaksi alergi, kembung, sembelit, pup yang keras/berlendir, muntah, kentut, sakit perut/diare dari bayi Anda. Yang perlu dimengerti adalah bahwa ada beberapa bahan atau bumbu makanan/minuman yang dapat mengurangi bahkan dalam beberapa kasus membuat ASI berhenti berproduksi. Keluargamint (peppermint dan spearmint), peterseli, daun basil termasuk kemangi, oregano, sage, beberapa jenis herbal, dll. (Baca lebih lanjut di http://www.breastfeeding-problems.com/herbs-and-breastfeeding.html)

Pil KB dapat menurunkan produksi ASI Anda. Pikirkan untuk menghentikan pil KB atau menggantinya dengan pil KB yang hanya mengandung progesteron (pil KB laktasi). Atau gunakan metode lain. Obat lain yang dapat mengurangi produksi ASI adalah pseudoefedrin (Sudafed), beberapa antihistamin, dan mungkin diuretik.

Jika bayi tampaknya tidak benar-benar akan mendapatkan cukup ASI, mintalah bantuan, tetapi jangan perkenalkan botol dot yang hanya akan memperburuk keadaan. Jika benar-benar diperlukan, gunakan alat bantu menyusui yang tidak akan mengganggu menyusui, atau dengan cangkir. Bagaimanapun, banyak hal bisa dilakukan sebelum memutuskan untuk menggunakan media pemberian ASI perah. Dapatkan bantuan. Coba gunakan teknik kompresi payudara dengan tangan Anda untuk membantu bayi mendapatkan ASI.

Poin 'rokok dan alkohol' jangan ditelan mentah-mentah ya, Ibu-ibu. Dibaca lagi dan dipahami yang benar ^^ jika ada di antara ibu-ibu sekalian yang masing mengkonsumsi alkohol dan atau merokok, pastikan Anda mengerti benar konsekuensinya bagi bayi Anda khususnya. Jika Anda tidak peduli dengan diri Anda sendiri, sebaiknya Anda mengerti bahwa anak Anda adalah pribadi mandiri. Bayi Anda bukan Anda. Jika Anda merasa baik-baik saja meracuni diri sendiri, jangan racuni bayi/anak Anda. Biarkan bayi/anak Anda tumbuh dan hidup sehat. ^^ Statement 'mintalah bantuan' artinya meminta bantuan kepada yang ahli dan valid benar infonya. Sekian sharing dari mengenai mitos-mitos seputar ASI ini, semoga menjadi wacana yang berkenan.


Sumber : 

Berbagai sumber
Mitos-mitos Seputar Menyusui,
Jack Newman MD, FRCPC, IBCLC, 2009©
Barbara Raub, Kinder- und Jugendärztin Bremen, DE

Monday, December 22, 2014

SERBA SERBI ASI PERAH

SERBA SERBI ASI PERAH


Menyusui jelas bukan hal yang mudah, membutuhkan perjuangan yang luar biasa untuk bisa berhasil menyusui hingga 2 tahun atau lebih. Gak ada seorang ibu pun yang berhasil menyusui dengan mudah, apalagi jika Anda adalah ibu bekerja yang tidak bisa setiap saat berada di sisi si kecil. Yup, zaman sekarang banyak ibu yang memutuskan tetap berkarir bahkan setelah dia memiliki anak, dengan berbagai alasan, mulai dari membantu perekonomian keluarga hingga hanya utk mencari kepuasan batin.  Tidak sedikit ibu yang akhirnya menyerah ke produk pengganti ASI dengan alasan ‘aku kan harus bekerja, jadi harus campur doonk, kalau gak nanti baby kelaparan’, atau bahkan ada juga yang dibujuk oleh keluarga seperti ‘kasih sufor aja, biar bebas bepergian/kerja’.

Tapi sadarkah kita bahwa terus berkarir itu adalah keputusan dan keinginan kita sendiri bukan permintaan anak kita, bahwa di saat kita memutuskan untuk ingin memiliki anak dan menjadi seorang ibu, kita memang sudah tidak menjadi orang bebas seperti saat lajang, dan bahwa ASI adalah BUKTI CINTA dan HAK MUTLAK anak2 kita?? Bukankah bukan anak kita yang meminta untuk dilahirkan, tapi kitalah yg menginginkan mereka untuk hadir?? Lalu masa seh saat si kecil udah hadir kita gak mau berusaha lebih keras lagi untuk memberikan hak mereka, apalagi kalau kita gak bisa selalu berada di sampingnya ;)

Lalu bagaimana jika kita adalah ibu bekerja yang tidak bisa selalu berada di samping anak kita? Apakah kita tidak bisa lagi memberikan ASI untuk anak kita? Tentu kita masih bisa terus memberikan ASI untuk si kecil ^^  Memerah ASI adalah salah satu alternatif agar ibu bisa tetap memberikan ASI saat berada jauh dr si kecil. Tetapi masih banyak ibu yg belum mengetahui bagaimana caranya memerah ASI, dan bagaimana cara menyimpan serta memberikannya kepada bayi.

Naaah biar ibu2 gak bingung lagi, aku coba buatkan tulisan ttg ASI Perah (yg selanjutnya akan disebut ASIP) yaah ;)

MEMERAH/MEMOMPA ASI

Apa sih bedanya  memerah dengan memompa ASI? Kalau menurut aku sih memerah ASI adalah istilah yang digunakan jika kita menggunakan tangan untuk memerah, sedangkan jika kita menggunakan Breastpump (selanjutnya akan disebut BP) maka istilahnya menjadi memompa ASI 

Sebenarnya teknik memerah ASI lebih direkomendasikan karena bisa lebih maksimal dalam mengosongkan payudara, lebih hemat dan praktis. Tetapi pada kasus tertentu memang kurang memungkinkan kita untuk memerah ASI, jadi kita membutuhkan bantuan BP. Seperti pengalamanku, karena tanganku ada cidera yang membuat ngilu jika harus memerah, jadi aku pake BP dan finishingnya baru diperah, apalagi aku juga marketing yang mobile banget, jadi harus pumping everywhere, anytime, jadi BP ini berguna banget (susah juga perah ASI tapi pake nursing apron heheheheh) :p


PERSIAPAN MEMERAH ASI :
  • Cuci bersih kedua tangan ibu dengan benar dan menggunakan sabun.
  • Usahakan relaks dan pilihlah tempat atau ruangan untuk memerah ASI yang tenang dan nyaman.
  • Kompres payudara dengan air hangat. Gunakan handuk kecil, waslap, atau kain lembut lainnya.
  • Mulailah mengurut payudara dengan langkah sebagai berikut:

  1. Massage
  • Pergunakan 2 jari, yaitu telunjuk dan jari tengah. Tangan kanan mengurut payudara kiri dan tangan kiri mengurut payudara kanan.
  • Bila payudara besar, gunakan keempat jari.
  • Dengan tekanan ringan, lakukan gerakan melingkar dari dasar payudara dengan gerakan spiral ke arah puting susu.
  1. Stroke
  • Dengan menggunakan jari-jari tangan, tekan-tekanlah payudara secara lembut. Dari dasar payudara ke arah puting susu dengan garis lurus, kemudian dilanjutkan secara bertahap ke seluruh bagian payudara.
  • Dengan menggunakan sisir yang bergigi lebar, "sisirlah" payudara secara lembut, dari dasar payudara ke arah puting susu.
  • Dengan ujung jari, lakukan stroke dari dasar payudara ke arah puting susu.
  1. Shake
Dengan posisi tubuh condong ke depan, kocok/goyangkan payudara dengan lembut, biarkan daya tarik bumi meningkatkan stimulasi pengeluaran ASI.

Teknik memerah ASI dengan tangan metode massage, stroking, dan shaking yang disebut metode Marmet dikembangkan oleh Chele Marmet, seorang Lactation Consultant yang menjadi Direktur Lactation Institute di California.

MEMERAH DENGAN TANGAN

  • Letakkan ibu jari di atas kalang payudara dan jari telunjuk serta jari tengah di bawah sekitar 2,5 ­3,8 cm di belakang puting susu membentuk huruf C. Anggaplah payudara sebagai jam, maka posisi/arah ibu jari berada pada jam 12, dua jari lain berada di posisi jam 6. Ibu jari dan jari telunjuk serta jari tengah saling berhadapan. Jari-jari diletakkan sedemikian rupa sehingga "gudang" ASI berada di bawahnya.
  • Tekan lembut ke arah dada tanpa memindahkan posisi jari-jari tadi. Payudara yang besar dianjurkan untuk diangkat lebih dulu. Kemudian ditekan ke arah dada.
  • Buatlah gerakan menggulung (roll) dengan arah ibu jari dan jari-jari ke depan untuk memerah ASI keluar dari gudang ASI yang terdapat di bawah kalang payudara di belakang puting susu. Jangan menggesekkan ibu jari dan jari-jari pada kulit karena akan menimbulkan rasa sakit atau nyeri.
  • Ulangi gerakan-gerakan tersebut (1,2,3) sampai aliran ASI berkurang. Kemudian pindahkan lokasi ibu jari ke arah jam 11 dan jari-jari ke arah jam 5, lakukan kembali gerakan memerah seperti tadi.
  • Lakukan pada kedua payudara secara bergantian. Begitu tampak ASI memancar dari puting susu, itu berarti gerakan tersebut sudah benar dan berhasil menekan gudang ASI. Jangan lupa untuk meletakkan cangkir bermulut lebar yang sudah disterilkan di bawah payudara yang diperah.

Seluruh prosedur persiapan dan pemerahan dengan tangan membutuhkan waktu sekitar 20-30 menit, meliputi:
- Massage, stroke, dan shake.
- Perah kedua payudara selama 5-7 menit tiap payudara.
- Massage, stroke dan shake.
- Perah kedua payudara selama 3-7 menit tiap payudara.
- Massage, stroke dan shake.
- Perah kedua payudara selama 2-3 menit tiap payudara.
Sebagai catatan, waktu yang dibutuhkan untuk memerah ASI di atas hanyalah patokan saja. Bila pasokan ASI sudah baik/banyak, patokan tersebut dapat diabaikan karena patokan waktu ini bermanfaat bila ASI hanya keluar sedikit atau bahkan belum keluar sama sekali. Yang justru harus diperhatikan adalah aliran ASI. Bila mulai berkurang alirannya segera ganti dengan memerah payudara berikutnya.

PENYIMPANAN DAN PEMBERIAN ASIP

Karakteristik Visual dari ASI dan Aroma ASI

Banyak yang membayangkan bahwa ASI akan tampak seperti susu sapi yg homogen, yang tidak terpisah lapisannya sampai kapan pun (homogenized). ASI akan terpisah menjadi 2 lapisan jika didiamkan selama beberapa lama. Lapisan atas yg biasanya lebih kental warnanya kaya akan lemak. Ini bukan berarti ASI telah basi. Goyangkan perlahan wadah berisi ASI peras tersebut, hingga menjadi larutan homogen kembali (jangan dikocok karena akan merusak rangkaian asam amino di dalamnya).

Tampilan dari ASI berbeda2 tiap waktu sesuai karena kandungannya pun berbeda2 tiap saat. Termasuk juga kandungan lemak dan warna dari ASI. Jumlah lemak dalam ASI akan fluktuatif dari hari ke hari. Bahkan ASI yg keluar di menit2 awal akan berbeda warna dan tampilannya. ASI yang dikeluarkan saat pertama kali proses pemerahan / pemompaan akan terlihat “lebih encer” dari ASI yang dikeluarkan di menit-menit berikutnya. Karena itu disebut FOREMILK (karena letaknya di depan, ini kaya akan protein). Sedangkan ASI yang keluar beberapa menit kemudian akan terlihat lebih kental. Atau disebut juga dg HINDMILK (karena letaknya yang lebih belakang, kaya akan lemak). Warna dari ASI juga bervariasi tergantung dari apa yang ibu konsumsi. Pewarna makanan dalam minuman soda, minuman buah-buahan dan hidangan penutup yang mengandung gelatin diduga membuat warna ASI menjadi pink atau oranye kemerahmudaan. ASI yang berwarna hijau dikorelasikan dengan ibu yang mengkonsumsi minuman kesegaran yang berwarna hijau, rumput laut, atau sayuran berwarna hijau.

ASI yang berwarna pink mengindikasikan adanya darah dalam ASI. Hal ini dapat terjadi jika ibu mengalami dengan atau tanpa puting lecet. Jika puting ibu lecet dan berdarah, ibu dapat menghubungi klinik laktasi untuk mendapatkan saran penyembuhan. Darah dalam ASI tidak berbahaya bagi bayi, dan ibu dapat terus menyusui bayinya. Jika darah dalam ASI tidak juga membaik dalam waktu 2 minggu, segera konsultasikan dengan dokter.

Bagaimana dengan aroma atau rasanya? Umumnya ASI segar berbau / beraroma manis. Sesekali ASI beku yang dicairkan akan beraroma spt sabun dan terkadang bayi tidak mau meminumnya. Hal ini disebabkan perubahan struktur lemak dalam ASI akibat perubahan suhu yg mendadak. Sehingga proses kerja enzim lipase terganggu. Karena itu tidak disarankan memanaskan ASI peras/pompa pada suhu tinggi, ataupun setelah dipanaskan langsung dibekukan kembali. Jika ASI peras berbau asam, maka bisa jadi ASI telah basi dan buanglah. Intinya selama ASI peras/pompa disimpan sesuai dg tatacara penyimpanan yg benar maka ASI tidak akan basi.

Wadah penyimpanan ASI

Pertanyaan yang sering diajukan para ibu, terutama ibu bekerja adalah apakah butuh wadah khusus ? Tidak ada aturan khusus harus menggunakan botol atau wadah khusus. Intinya gunakan wadah yg bisa tertutup rapat. Ibu bisa menggunakan botol kaca, wadah yg punya tutup dan berwarna bening, dan wadah yg punya tutup dan berwarna. Dan tentu saja selalu dibersihkan & disterilkan sebelum digunakan.

ASIP sebaiknya disimpan dalam jumlah sedikit (cukup untuk sekali minum + 60 ml). Agar tidak ada ASI yg tersisa dan terbuang. ASIP juga dapat disimpan dalam kantung plastik bening. Namun hal ini tidak terlalu disarankan, karena mudah bocor dan ASIP akan terbuang.

ASIP bisa awet hingga 6bln asal cara penyimpanannya tepat. Daya tahan ASIP akan berbeda-beda tergantung suhu penyimpanan ;) Berikut adalah tata cara penyimpanan ASIP menurut Organisasi laktasi internasional, La Leche League:
  • Suhu ruang (19-26C) : 4 (ideal) s.d. 6 jam(dapat diterima)
  • Cooler bag/termos/tempat yang ada penahan dinginnya (-15 s.d. -4C): 24 jam, jangan sering-sering dibuka-tutup, lengkapi dengan es batu/ice gel/ice pack agar lebih tahan lama.
  • Refrigerator (kulkas bawah) dg suhu kurang dari -4 C : 72 jam (ideal) hingga 8 hari (dapat diterima dg catatan sangat hati2 dan bersih dalam prosedurnya). Simpan sejauh/sedalam mungkin di bagian belakang kulkas, jangan di pintu.
  • Freezer dalam kulkas (kulkas satu pintu) (-15C): 2 minggu.
  • Freezer terpisah dengan kulkas (kulkas dua pintu) (-18C): 1-6 bulan.
  • Freezer khusus berbentuk peti (bukaan atas)  (-20C): 6 bulan-setahun.
Interval waktu tersebut amat sangat bervariatif tergantung kondisi dari lokasi penyimpanan.

Meski dapat disimpan lebih lama, disarankan agar tidak terlalu lama  menyimpan ASIP. Karena ASI diproduksi sesuai dg kebutuhan pertumbuhan & perkembangan anak. Karenanya jika ibu memiliki ASI peras berlebih tidak ada salahnya didonorkan ke mereka yg membutuhkannya.

Membekukan ASI akan merusak beberapa antibodi dalam susu, dan sebaiknya sedapat mungkin menggunakan ASI segar.

Jika tidak ada lemari pendingin

Ada atau tidaknya lemari pendingin/kulkas bukan hambatan bagi ibu utk menyimpan ASI. Artinya jika ditempat ibu bekerja ataupun saat ibu bepergian jauh dr bayi utk waktu lama tidak ditemukan kulkas, maka ibu dapat menyimpan botol (wadah) berisi ASI peras/pompa dalam termos es yg telah diisi es batu tentunya. Jika es batu mencair, ibu bisa menggantinya lagi. Atau ada juga cooler khusus utk mendinginkan lebih lama dg blue ice.

Tips memberikan ASI peras/pompa ke bayi

Berikut tips singkat untuk membeirkan ASI yang telah disimpan untuk si kecil :
  • Untuk ASI yang dibekukan (dari freezer), amat disarankan agar ASI dicairkan terlebih dahulu kulkas bawah (ASIP akan mencair sekitar 12 jam). Dan bukan di suhu ruang. Setelah mencair, aliri wadah berisi ASI pada keran air hangat atau rendamlah wadah berisi ASI dlm wadah lebih besar berisi air hangat.
  • JANGAN menghangatkan ASI dalam suhu tinggi. Dan JANGAN merebus ASI. Karena jelas zat nutrisi dalam ASI akan rusak. Terutama zat anti infeksi / zat imun! (pengecualian jika enzim lipase tinggi --biasanya ASIP seperti berbau sabun-- maka adakalanya perlu dilakukan scalding -- hanya jika bayi menolak)
  • JANGAN menggunakan microwave untuk menghangatkan ASI.
  • Goyangkanlah secara perlahan sebelum diberikan ke bayi.
  • Berikan dengan sendok, pipet, dsb. Untuk bayi < 4 bulan disarankan utk tidak menggunakan dot, karena adanya risiko bingung puting
  • ASI yg tersisa jika ingin disimpan kembali di refrigerator sebaiknya digunakan < 24 jam. Meski hal ini tidak direkomendasikan. Karena itu simpanlah ASI dalam jumlah yang cukup (sekali minum) agar cairan emas tersebut tidak terbuang.

Dalam http://female.kompas.com/read/2010/03/29/19540273/Cara.Menyimpan.ASI.yang.Benar dijelaskan bahwa setelah disimpan, saat akan diberikan kepada anak pun perlu penanganan khusus, yakni:
  • Ambil ASIP yang disimpan berdasarkan waktu pemerahan ASIP (yang pertama diperah harus diberikan lebih dulu). Catatlah waktu dan tanggal pemerahan di wadah penyimpanan ASIP tersebut.
  • Untuk ASIP yang disimpan di lemari pendingin cukup dihangatkan dengan cara meletakkan botol di wadah berisi air hangat selama 15 menit, sambil dikocok secara perlahan.
  • Untuk ASIP beku, keluarkan botol susu yang berisi ASIP beku. Setengah jam sebelum waktu menyusui, rendamlah di dalam wadah berisi air hangat. Atau pindahkan ASIP beku ke lemari pendingin bagian bawah semalam sebelumnya. Saat akan digunakan esok hari, susu akan mencair, kemudian hangatkan. ASIP beku yang dicairkan dapat tahan 24 jam dalam lemari pendingin. Ingat, jangan membekukan kembali ASIP yang sudah dipindah ke lemari pendingin tersebut.
  • Jangan memanaskan di atas kompor dan microwave karena akan merusak kandungan vitamin dalam ASIP.
  • Buanglah ASIP yang tersisa setelah diberikan pada bayi, jangan menyimpan kembali ke lemari pendingin atau dipanaskan lagi.
  • Berikan ASIP dengan menggunakan sendok kecil sesuap demi sesuap atau bisa jg berikan menggunakan cup feeder.

Nah, jadi sekarang udah gak ragu lagi kaan untuk terus ASI walau harus bekerja atau jauh dari anak? Walau gak gampang, tapi patut diperjuangkan looh, aku WM yg masih terus ASI ampe sekarang, dan akan terus ASI hingga anak weaning with love, pokoke hingga tetes ASI terakhir… CHEERS MOMS, HAPPY BREASTFEEDING ^^

Sumber :

Friday, December 19, 2014

BAYI DIARE KARENA ASI ADALAH NORMAL

Salah satu penyakit yang sering dialami bayi adalah diare. Tapi pada bayi yang diberikan ASI eksklusif, maka diare yang terjadi adalah normal dan tak perlu dihentikan pemberian ASInya.

Air susu ibu (ASI) mengandung jumlah laktosa yang tinggi, dan laktosa ini merupakan komponen penting bagi otak anak. Terkadang laktosa ini bisa menyebabkan bayi mengalami diare.

"Laktosa yang tinggi pada bayi yang baru lahir bisa menyebabkan diare, tapi kondisi ini merupakan suatu hal yang normal atau fisiologis sehingga tidak perlu menghentikan pemberian ASI," ujar dr IGAN Pratiwi selaku Ketua Satgas ASI IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) dalam acara lokakarya 'Pandangan dan Peran Organisasi Agama dalam Memasyarakatkan ASI' di Hotel Park Lane, Jakarta, Selasa (21/12/2010).

Dokter yang akrab disapa Tiwi ini menuturkan hal tersebut karena pada bayi yang baru lahir pembentukan enzim lipase yang berfungsi memecah laktosa belum sempurna, sehingga menyebabkan bayi diare, dan lipase akan berfungsi optimal saat berusia 4-6 bulan. Kondisi ini biasanya terjadi pada usia bayi 1-2 bulan dan tidak menyebabkan berat badannya turun.

"Jika diare disebabkan oleh fisiologis, maka berat badannya tidak akan turun. Jadi selama berat badannya tidak berkurang, tidak perlu menghentikan pemberian ASI dan normalnya bayi bisa buang air besar sebanyak 10-15 kali sehari," ungkap dokter yang berpraktik di RS Bunda Jakarta.

Hal ini pula yang membedakan air susu ibu dengan susu lainnya. Pada ASI, jumlah yang paling banyak adalah laktosa yang penting untuk perkembangan otaknya, pada susu sapi jumlah terbanyaknya adalah protein karena bayi sapi membutuhkan protein untuk gerak ototnya dan pada tikus juga banyak mengandung protein agar bisa berjalan cepat.

Selain itu anak yang diberikan ASI umumnya memiliki feses yang asam, hal ini untuk menciptakan lingkungan yang asam sehingga kuman tidak bisa tumbuh karenanya proses menyusui tidak perlu dihentikan.

Sedangkan pada anak yang diberikan susu formula cenderung mengalami susah untuk buang air besar, karena mengandung kadar zat besi tinggi yang tidak bisa dicerna oleh tubuh. Dan jika kandungannya tidak cocok akan membuat bayi mengalami diare yang umumnya menyebabkan penurunan berat badan.

"Jika ibu sedang flu, cukup gunakan masker dan terus menyusui seperti biasa karena ini akan sama seperti memberikan vaksinasi atau kekebalan terhadap influenza pada bayi," imbuhnya.

dr Tiwi menuturkan ibu harus memiliki bekal ilmu dan pengetahuan yang kuat tentang menyusui sebelum kelahiran, karena kalau tidak dibekali dengan kuat ia akan menjadi khawatir sehingga mempengaruhi produksi ASI atau justru menjadi tidak keluar. Hal ini karena banyak hormon yang mempengaruhi produksi ASI.

sumber:

Thursday, December 18, 2014

BAHAYA MENGKONSUMSI TEH BAGI BAYI

Sejak dulu teh merupakan minuman favorit banyak orang. Selain rasanya yang menyenangkan, minum teh juga dipercaya dapat menimbulkan perasaan rileks, apalagi jika diminum bersama keluarga dan kerabat, teh menjadi teman asyik dalam setiap suasana kebersamaan. Lain halnya dengan orang dewasa konsumsi teh pada bayi atau balita sebaliknya justru memberi dampak buruk bagi mereka. Apa saja dampak negatif teh bagi bayi anda, yuks kita bahas!

Teh = Kafein

Banyak orangtua yang berpendapat bahwa memberi teh pada anak lebih baik dibanding memberi kopi lantaran kandungan kafein dalam teh lebih sedikit dibanding kopi. Anggapan tersebut ternyata dipatahkan oleh sebuah penelitian oleh IPB pada tahun 2007, yang menyatakan bahwa kadar kafein teh dan kopi ternyata relatif sama besar yakni o,6 persen.

Kafein sendiri membawa dampak buruk bagi pertumbuhan bayi anda, dimana zat ini bisa mempengaruhi susunan syaraf otak anak, dalam hal ini kafein mempengaruhi kerja sistem syarafnya. Kafein juga bisa membuat anak gelisah dan sulit tidur sementara bagi bayi dan balita tidur adalah aktifitas yang sangat penting bagi tumbuh kembangnya. Kafein juga berbahaya bagi jantung si kecil, karena dapat merangsang pernafasan dan mengganggu kerja jantungnya.

Teh = Tannin

Selain kafein, teh juga mengandung zat berbahaya yang disebut Tannin. Tannin yang terkandung dalam teh dapat menurunkan penyerapan zat besi oleh tubuh. Mineral besi dalam teh akan diikat oleh Tannin, yang menimbulkan reaksi terbentuknya Tannat yang selanjutnya terbuang melalui feses, reaksi tersebut bisa menyebabkan anemia pada bayi. Asam Tannat dalam teh juga dapa mempengaruhi penyerapan vitamin B oleh tubuh, akibatnya bayi akan mengalami defisiensi vitamin yang dibutuhkan otak untuk proses tumbuh kembang.

Lebih lama mengendap

Kafein adalah zat yang mudah diserap oleh usus. Bahkan, lebih dari 99% kafein yang dikonsumsi akan segera diserap oleh darah dan didistribusikan keseluruh bagian tubuh hingga ke otak. Sebaliknya kafein adalah zat yang tidak mudah dikeluarkan oleh tubuh melalui urin. Kadar kafein dalam darah akan lama mengendap sebelum nantinya terbuang bersama urin. Pada orang dewasa Dibutuhkan waktu hingga 5-6 jam untuk menggeluarkan setengah dari kadar kafein dalam darah. Sedangkan pada bayi membuthkan waktu hingga 14 jam untuk mengeluarkan kadar kafein. Hal tersebut dikarenakan tubuh bayi masih sukar memetabolisme kafein yang masuk.

Beban bagi ginjal

Fungsi organ-organ tubuh bayi belum sempurna, oleh karena itu memberikan teh pada bayi khususnya mereka yang berusia dibawah 6 bulan sangat mempengaruhi kinerja ginjalnya. Rasa sepat teh yang dikonsumsi oleh bayi anda akan memberatkan kerja ginjalnya dan mengganggu sistem penyerapan saluran cerna lainnya. Nah, jika sistem saluran cernanya sudah terganggu maka bisa dipastikan penyerapan nutrisi yang penting bagi pertumbuhannya akan terganggu pula. Kalau sudah begitu bukan tak mungkin proses tumbuh kembangnya akan terganggu.

Jadi, agar si kecil terhindar dari bahaya kafein dan Tannin, hindari memberinya teh, baik teh manis atau pun teh pahit. Rasa nikmat teh manis memang kadang disukai sikecil, namun jangan biasakan sikecil mengkonsumsi teh, apalagi dalam porsi yang berlebihan.


PENGERTIAN INTOLERANSI MAKANAN DAN ALERGI MAKANAN

Meskipun banyak orang memiliki reaksi negatif terhadap makanan tertentu, sebagian besar disebabkan oleh intoleransi makanan dan bukan alergi makanan. Kurang dari 8 persen dari anak di bawah usia 3 tahun dan sekitar 4 persen orang dewasa mengidap alergi makanan yang sebenarnya. Intoleransi Makanan jauh lebih umum. Karena intoleransi makanan bisa menyebabkan beberapa dari tanda-tanda dan gejala yang sama seperti alergi makanan, orang sering membingungkan kedua hal tersebut. 

Alergi makanan (a true food allergy) dapat menyebabkan mulut kesemutan, gatal-gatal, pembengkakan, wajah lidah bibir, dan tenggorokan, kesulitan bernapas, dan pusing atau pingsan. Alergi juga dapat menyebabkan mual, muntah, kram dan diare - tanda-tanda dan gejala yang sering terjadi dengan intoleransi makanan juga.

Saat terserang alergi makanan, di dalam tubuh kita terjadi sebuah rangkaian proses sebagai bentuk respon pada makanan yg dimakan, yaitu:
  1. Sistem kekebalan tubuh salah mengidentifikasi makanan tertentu sebagai zat berbahaya.
  2. Tubuh memproduksi antibodi untuk melawan makanan pelakunya.
  3. Jika di lain waktu Anda makan bahkan jumlah makanan yang terkecil, antibodi akan mersepon dan waspada sistem kekebalan tubuh.
  4. Sistem kekebalan tubuh Anda kemudian melepaskan histamin dan bahan kimia lainnya ke dalam aliran darah, yang menyebabkan gejala alergi makanan. 
Tidak seperti alergi makanan, intoleransi makanan umumnya tidak melibatkan sistem kekebalan tubuh. Jika Anda mengidap intoleransi makanan, Anda mungkin bisa makan dalam jumlah kecil makanan tanpa reaksi. Sebaliknya, jika Anda memiliki alergi makanan, makan bahkan dalam jumlah terkecil pun dapat memicu reaksi alergi yang serius.

Kondisi umum intoleransi makanan yang sering keliru/ disalahartikan sebagai alergi makanan termasuk hal-hal berikut:
  • Tidak adanya enzim yang diperlukan untuk sepenuhnya mencerna makanan. Contoh yang umum misalnya intoleransi laktosa  yang dapat menyebabkan kembung, kram, diare dan gas kelebihan.
  • Irritable bowel syndrom. Kondisi kronis dapat menyebabkan kram, sembelit dan diare.
  • Keracunan makanan. Umumnya disebabkan oleh bakteri mengkonsumsi makanan basi atau racun lain, keracunan makanan dapat menyebabkan gejala pencernaan yang parah.
  • Sensitivitas terhadap zat aditif makanan. Beberapa orang memiliki reaksi pencernaan dan gejala lainnya setelah mengonsumsi zat aditif makanan tertentu. Misalnya, sulfida digunakan untuk mengawetkan buah kering, makanan kaleng dan anggur dapat memicu serangan asma pada orang yang sensitif.
  • stres berulang atau faktor psikologis. Alasannya adalah tidak sepenuhnya dipahami.
  • Penyakit Celiac. Kondisi pencernaan kronis ini dipicu oleh makanan yang mengandung gluten. Gluten adalah protein yang ditemukan di roti, pasta, kue, dan makanan lainnya yang mengandung gandum, jelai atau gandum. Tanda dan gejala penyakit celiac termasuk diare, sakit perut dan kembung. Sedangkan penyakit celiac melibatkan respon sistem kekebalan tubuh, itu reaksi makanan yang lebih kompleks dari alergi makanan.

Pada pemberian MPASI, Untuk dapat mengetahui bahwa bayi mengalami alergi dan atau intoleransi makanan caranya adalah, beri bayi satu jenis makanan yang sama selama 3 hari berturut-turut, kemudian lihat efeknya, apabila terdapat ruam pada kulit, gatal-gatal dan bisa juga berupa gejala seperti sesak nafas (biasanya terjadi pada jenis makanan yang berupa kacang-kacangan) atau terjadi perubahan sistem tubuh yang lain, artinya bayi mengalami alergi atau food intolerance. Alergi dan atau food intolerance biasanya terjadi beberapa jam setelah pemberian makanan sampai dengan 3 hari. Apabila sampai 3 hari bayi tidak mengalami gejala alergi atau intoleransi makanan artinya bayi dapat mengkonsumsi makanan tersebut. 

Dikarenakan imunitasnya yang belum befungsi dengan baik maka untuk mengetahui bahwa hal tersebut merupakan gejala alergi ataupun intoleransi makanan caranya adalah dengan mencoba memberi jenis makanan yang sama ketika usia bayi sudah lebih besar, misal 2-3 bulan kemudian, coba berikan makanan yang dicurigai sebagai pencetus terjadinya bercak atau ruam pada kulit tersebut. Dalam kasus intoleransi makanan hal ini tidak terjadi lagi, kecuali pada saat sistem imunnya sedang tidak seimbang (tubuh sedang kurang fit). 

Sedangkan pada kasus alergi makanan, terjadinya bercak atau ruam pada kulit ataupun gejala sesak nafas (perubahan sistem imunitas tubuh) berulang terus menerus setiap kali anak mengkonsumsi makanan yang dicurigai sebagai pencrtus terjadinya hal-hal tersebut sampai anak beranjak dewasa dan bahkan sampai seumur hidupnya. 

Jadi intoleransi makanan itu sifatnya jangka pendek atau hanya sementara dan seiring perkembangan sistem imunitasnya, bayi akan dapat mencerna makanan tersebut dengan baik, walaupun disaat tertentu, seperti pada saat kondisi tubuhnya kurang baik hal ini dapat muncul lagi.Sedangkan alergi, sifatnya jangka panjang atau selamanya, yang pada umumnya menimbulkan gejala yang lebih serius daripada intoleransi makanan. 

Jika Anda memiliki reaksi terhadap makanan tertentu, diskusikan dengan dokter Anda tentang hal itu. Sangat penting untuk menentukan apakah yang terjadi tersebut adalah intoleransi makanan atau alergi makanan. Intoleransi memang dapat membuat kita tidak nyaman, tapi alergi makanan umumnya lebih berbahaya. Bahkan, terdapat beberapa reaksi alergi yang dapat mengancam jiwa. Jika yang Anda idap adalah alergi makanan, Anda akan perlu mengambil langkah-langkah untuk menghindari makanan penyebab alergi dan perlu mengantisipasi menghadapi reaksi alergi.

Sunday, December 14, 2014

TENTANG "INISIASI MENYUSU DINI"

APAKAH INISISASI MENYUSUI DINI (IMD) ITU?



ASI adalah cairan kehidupan, yang selain mengandung makanan juga mengandung penyerap. Susu formula tak diberi enzim sehingga penyerapannya tergantung enzim di usus anak. Sehingga ASI tidak ‘merebut’ enzim anak.

Inisiasi Menyusu Dini atau disingkat sebagai IMD merupakan program yang sedang gencar dianjurkan pemerintah, yaitu suatu proses seorang bayi yang baru lahir langsung menyusu segera setelah dilahirkan. Menyusu dan bukan menyusui merupakan gambaran bahwa IMD bukan program ibu menyusui bayi tetapi bayi yang harus aktif menemukan sendiri puting susu ibu. Program ini dilakukan dengan cara langsung meletakkan bayi yang baru lahir di dada atau perut ibunya dan membiarkan bayi ini merayap untuk menemukan puting susu ibu untuk menyusu tanpa dibantu siapa pun. IMD harus dilakukan langsung saat lahir, tanpa boleh ditunda dengan kegiatan menimbang atau mengukur bayi. Bayi juga tidak boleh dibersihkan, hanya dikeringkan kecuali tangannya. Proses ini harus berlangsung skin to skin antara bayi dan ibu.

Prinsip dalam Inisiasi Menyusu Dini adalah bayi diberi kesempatan untuk mengembangkan instingnya dalam menyusu kepada Ibu. Setiap bayi lahir memiliki insting dan refleks yang sangat kuat pada 1 jam pertama setelah ia lahir. Lebih dari 1 jam, refleks bayi tersebut akan menurun, dan baru akan menguat lagi setelah 40 jam. Jadi, sangat penting untuk tidak melewatkan 1 jam pertama ini!

Inisiasi Menyusu Dini akan sangat membantu dalam keberlangsungan pemberian ASI eksklusif (hanya ASI saja) dan lama menyusui. Dengan demikian, bayi akan terpenuhi kebutuhannya hingga usia 2 tahun, dan mencegah anak kurang gizi.

Pemerintah Indonesia mendukung kebijakan WHO dan Unicef yang merekomendasikan inisiasi menyusu dini sebagai tindakan ‘penyelamatan kehidupan’, karena inisiasi menyusu dini dapat menyelamatkan 22% dari bayi yang meninggal sebelum usia 1 bulan. “Menyusui satu jam pertama kehidupan yang diawali dengan kontak kulit antara ibu dan bayi dinyatakan sebagai indikator global. Ini merupakan hal baru bagi Indonesia, dan merupakan program pemerintah, sehingga diharapkan semua tenaga kesehatan di semua tingkatan pelayanan kesehatan baik swasta, maupun masyarakat dapat mensosialisasikan dan melaksanakan mendukung suksesnya program tersebut, sehingga diharapkan akan tercapai sumber daya Indonesia yang berkualitas,“ ujar Ibu Negara pada suatu kesempatan.

Menurut paparan Dr. Utami Roesli, SpA,MBA,IBCLC sebagai ketua umum sentra laktasi Indonesia, Inisiasi dilakukan ketika bayi lahir, tali pusat dipotong, lalu di lap kering dan langsung diberikan pada ibu. Harus ada sentuhan skin to skin contact, dimana bayi tidak boleh dipisahkan dulu dari ibu. Yang perlu di jaga adalah suhu ruangan, dan sebaiknya bayi memakai topi bayi karena disitu banyak keluar panas. Suhu yang tepat adalah 28-29 derajat C.

Sampai disitu biarkan bayi di dada ibu minimal 30 menit sampai bayi mencari sendiri puting susu ibunya dan langsung diminum. Masa ini bisa sampai 2 jam dan hal ini tidak menjadi masalah. Bila bayi kedinginan dada sang ibu akan meningkat hangat sampai 2 derajat, jika bayi kepanasan otomatis suhu dada ibu menurun sampai 1 derajat. Dengan inisiasi dini memberikan motivasi yang sangat besar untuk ibu menyusui bayi.

Inisiasi Menyusu Dini juga berlaku untuk bayi yang lahir dengan cara sesar, vakum, kelahiran tidak sakit atau episiotomi. Hanya peluang untuk menemukan sendiri putting ibu akan berkurang sampai 50%. Ini juga berlaku untuk bayi yang begitu lahir dipisahkan untuk ditimbang, disinar dan lain-lain.

TATA  LAKSANA  IMD

~ Inisiasi dini sangat membutuhkan kesabaran dari sang ibu, dan rasa percaya diri yang tinggi, dan membutuhkan dukungan yang kuat dari sang suami dan keluarga, jadi akan membantu ibu apabila saat inisiasi menyusu dini suami atau keluarga mendampinginya.

~ Obat-obatan kimiawi, seperti : pijat, aroma therapi, bergerak, hypnobirthing dan lain sebagainya coba untuk dihindari.

~ Ibulah yang menentukan posisi melahirkan, karena dia yang akan menjalaninya.

~ Setelah bayi dilahirkan, secepat mungkin keringkan bayi tanpa menghilangkan vernix yang menyamankan kulit bayi.

~ Tengkurapkan bayi di dada ibu atau perut ibu dengan skin to skin contact, selimuti keduanya dan andai memungkinkan dan dianggap perlu beri si bayi topi.

~ Biarkan bayi mencari puting ibu sendiri. ibu dapat merangsang bayi dengan sentuhan lembut dengan tidak memaksakan bayi ke puting ibunya.

~ Dukung dan bantu ibu untuk mengenali tanda-tanda atau perilaku bayi sebelum menyusu (pre-feeding) yang dapat berlangsung beberapa menit atau satu jam bahkan lebih, diantaranya:
  • Pada menit-menit awal bayi akan tampak tidur. Istirahat sebentar dalam keadaan siaga, menyesuaikan dengan lingkungan.
  • Memasukan tangan ke mulut, gerakan mengisap, atau mengeluarkan suara.
  • Bergerak ke arah payudara.
  • Daerah areola biasanya yang menjadi sasaran.
  • Menyentuh puting susu dengan tangannya.
  • Menemukan puting susu, reflek mencari puting (rooting) melekat dengan mulut terbukalebar.
  • Biarkan bayi dalam posisi skin to skin contact sampai proses menyusu pertama selesai.
~ Bagi ibu-ibu yang melahirkan dengan tindakan, seperti oprasi, berikan kesempatan skin to skin contact.

~ Bayi baru DIPISAHKAN dari ibu untuk ditimbang, diukur, dicap; SETELAH MENYUSU AWAL. Tunda prosedur yang invasive seperti suntikan vit K dan menetes mata bayi.

~ Dengan rawat gabung, ibu akan mudah merespon bayi. andaikan bayi dipisahkan dari ibunya yang terjadi kemudian ibu tidak bisa merespon bayinya dengan cepat, sehingga mempunyai potensi untuk diberikan susu formula, jadi akan lebih membantu apabila bayi tetapi bersama ibunya selama 24 jam. dan selalu hindari makanan atau minuman pre-laktal.

APA  SAJAKAH  MANFAAT  IMD?

IMD ini memberikan segudang manfaat bagi ibu dan bayi, dan dapat menyelamatkan sekitar 22% dari bayi yang meninggal sebelum usia 1bulan.

Berikut adalah berbagai manfaat IMD :
  • Untuk Ibu
~  Meningkatkan hubungan khusus ibu dan bayi
~ Merangsang kontraksi otot rahim sehingga mengurangi ririko perdarahan sesudah melahirkan
~ Memperbesar peluang ibu untuk memantapkan dan melanjutkan kegiatan menyusui selama masa bayi
~ Mengurangi stress Ibu setelah melahirkan
  • Untuk Bayi
~ Mempertahankan suhu bayi tetap hangat
~ Menenangkan ibu dan bayi serta meregulasi pernapasan dan detak jantung
~ Kolonisasi bakiterial di kulit dan usus bayi dengan bakteri badan ibu yang normal
~ Mengurangi bayi menangis sehingga mengurangi stress dan tenaga yang dipakai bayi
~ Memungkinkan bayi untuk menemukan sendiri payudara Ibu untuk mulai menyusu
~ Mengatur tingkat kadar gula dalam darah, dan biokimia lain dalam tubuh bayi
~ Mempercepat keluarnya meconium (kotoran bayi berwarna hijau agak kehitaman yang pertama keluar dari bayi karena meminum air ketuban)
~ Bayi akan terlatih motoriknya saat menyusu, sehingga mengurangi kesulitan menyusu
~ Membantu perkembangan persyarafan bayi (nervous system)
~ Memperoleh kolostrum yang sangat bermanfaat bagi sistem kekebalan bayi
~ Mencegah terlewatnya puncak ‘refleks mengisap’ pada bayi yang terjadi 20-30 menit setelah lahir. Jika bayi tidak disusui, refleks akan berkurang cepat, dan hanya akan muncul kembali dalam kadar secukupnya 40 jam kemudian


Selain ini ada juga manfaat skin to skin contact saat proses IMD berlangsung, yaitu :
  1. Dada ibu menghangatkan bayi dengan tepat. Kulit ibu akan menyesuaikan suhunya dengan kebutuhan bayi. Kehangatan saat menyusu menurunkan risiko kematian karena hypothermia (kedinginan).
  2. Ibu dan bayi merasa lebih tenang, sehingga membantu pernafasan dan detak jantung bayi lebih stabil. Dengan demikian, bayi akan lebih jarang rewel sehingga mengurangi pemakaian energi.
  3. Bayi memperoleh bakteri tak berbahaya (bakteri baik) yang ada antinya di ASI ibu. Bakteri baik ini akan membuat koloni di usus dan kulit bayi untuk menyaingi bakteri yang lebih ganas dari lingkungan.
  4. Bayi mendapatkan kolostrum (ASI pertama), cairan berharga yang kaya akan antibodi (zat kekebalan tubuh) dan zat penting lainnya yang penting untuk pertumbuhan usus. Usus bayi ketika dilahirkan masih sangat muda, tidak siap untuk mengolah asupan makanan.
  5. Antibodi dalam ASI penting demi ketahanan terhadap infeksi, sehingga menjamin kelangsungan hidup sang bayi.
  6. Bayi memperoleh ASI (makanan awal) yang tidak mengganggu pertumbuhan, fungsi usus, dan alergi. Makanan lain selain ASI mengandung protein yang bukan protein manusia (misalnya susu hewan), yang tidak dapat dicerna dengan baik oleh usus bayi.
  7. Bayi yang diberikan mulai menyusu dini akan lebih berhasil menyusu ASI eksklusif dan mempertahankan menyusu setelah 6 bulan.
  8. Sentuhan, kuluman/emutan, dan jilatan bayi pada puting ibu akan merangsang keluarnya oksitosin yang penting karena:
  • Menyebabkan rahim berkontraksi membantu mengeluarkan plasenta dan mengurangi perdarahan ibu.
  • Merangsang hormon lain yang membuat ibu menjadi tenang, rileks, dan mencintai bayi, lebih kuat menahan sakit/nyeri (karena hormon meningkatkan ambang nyeri), dan timbul rasa sukacita/bahagia.
  • Merangsang pengaliran ASI dari payudara, sehingga ASI matang (yang berwarna putih) dapat lebih cepat keluar.
SOP INISIASI MENYUSU DINI
  • Pada Partus Spontan
  1. Dianjurkan SUAMI atau keluarga MENDAMPINGI ibu dikamar bersalin.(ABM protocol#5 2003, UNICEF dan WHO: BFHI Revised, 2006).
  2. Dalam menolong ibu melahirkan disarankan untuk mengurangi / tidak menggunakan obat kimiawi
  3. Bayi lahir, segera dikeringkan secepatnya terutama kepala, kecuali tangannya; tanpa menghilangkan vernix Mulut dan hidung bayi dibersihkan, talipusat diikat.
  4. Bila bayi tidak memerlukan resusitasi, Bayi di TENGKURAPKAN di dada-perut ibu dengan KULIT bayi MELEKAT pada KULIT ibu dan mata bayi setinggi puting susu. Keduanya diselimuti. Bayi dapat diberi topi.
  5. Anjurkan ibu menyentuh bayi untuk merangsang bayi. Biarkan bayi mencari puting sendiri.
  6. Ibu didukung dan dibantu mengenali perilaku bayi sebelum menyusu.
  7. Biarkan KULIT kedua bayi bersentuhan dengan KULIT ibu selama PALING TIDAK SATU JAM; bila menyusu awal terjadi sebelum 1 jam, tetap biarkan kulit ibu – bayi bersentuhan sampai setidaknya 1 jam (UNICEF dan WHO: BFHI Revised, 2006 and UNICEF India : 2007, ( Kausand Kennel 2001; American College of OBGYN 2007 and ABM protocol #5 2003).
  8. Bila dlm 1 jam menyusu awal belum terjadi, bantu ibu dengan MENDEKATKAN BAYI KE PUTING tapi jangan memasukkan puting ke mulut bayi. BERI WAKTU kulit melekat pada kulit 30 MENIT atau 1 JAM lagi.
  9. Setelah setidaknya melekat kulit ibu dan kulit bayi setidaknya 1 jam atau selesai menyusu awal, bayi baru dipisahkan untuk ditimbang, diukur, dicap, diberi vit K.
  10. RAWAT GABUNG BAYI: Ibu – bayi dirawat dalam satu kamar, dalam jangkauan ibu selama 24 jam. (American College of OBGYN 2007 and ABM protocol #5 2003).
  11. Berikan ASI saja tanpa minuman atau makanan lain kecuali atas indikasi medis. Tidak diberi dot atau empeng.
  • Pada Operasi Caesar
  1. Dianjurkan SUAMI atau keluarga MENDAMPINGI ibu dikamar operasi atau dikamar pemulihan.( ABM protocol#5 2003, UNICEF dan WHO: BFHI Revised, 2006).
  2. Begitu lahir diletakkan di meja resusitasi untuk DINILAI, dikeringkan secepatnya terutama kepala tanpa menghilangkan vernix ; kecuali tangannya. Dibersihkan mulut dan hidung bayi, talipusat diikat.
  3. Kalau bayi tak perlu diresusitasi; bayi dibedong, dibawa ke ibu. Diperlihatkan kelaminnya pada ibu kemudian mencium ibu.
  4. Tengkurapkan bayi didada ibu dengan kulit bayi melekat pada kulit ibu. Kaki bayi agak sedikit serong/melintang menghindari sayatan operasi. Bayi dan ibu diselimuti. Bayi diberi topi.
  5. Anjurkan ibu menyentuh bayi untuk merangsang bayi mendekati puting. Biarkan bayi mencari puting sendiri.
  6. Biarkan KULIT Bayi bersentuhan dengan kulit ibu PALING TIDAK selama SATU JAM, bila menyusu awal selesai sebelum 1 jam; tetap kontak kulit ibu-bayi selama setidaknya 1 jam (UNICEF dan WHO: BFHI Revised, 2006 and UNICEF India : 2007, Klaus and Kennel 2001; American College of OBGYN 2007 and ABM protocol #5 2003).
  7. Bila bayi menunjukan kesiapan untuk minum, bantu ibu dg MENDEKATKAN BAYI KE PUTING tapi tidak memasukkan puting ke mulut bayi. Bila dalam 1 jam belum bisa menemukan puting ibu, beri tambahan WAKTU melekat padadada ibu, 30 menit atau 1 jam lagi.
  8. Bila operasi telah selesai, ibu dapat dibersihkan dengan bayi tetap melekat didadanya dan dipeluk erat oleh ibu.Kemudian ibu dipindahkan dari meja operasi ke ruang pulih (RR) dengan bayi tetap didadanya.
  9. Bila ayah tidak dapat menyertai ibu di kamar operasi, diusulkan untuk mendampingi ibu dan mendoakan anaknya saat di kamar pulih.
  10. RAWAT GABUNG: Ibu – bayi dirawat dalam satu kamar, bayi dalam jangkauan ibu selama 24 jam. (American College of OBGYN 2007 and ABM protocol #5 2003).Berikan ASI saja tanpa minuman atau makanan lain kecuali atas indikasi medis. Tidak diberi dot atau empeng.
  • Pada Gemelli (Kelahiran Bayi Kembar)
  1. Dianjurkan SUAMI atau keluarga MENDAMPINGI ibu di kamar bersalin.( ABM protocol#5 2003, UNICEF dan WHO: BFHI Revised, 2006).
  2. Bayi pertama lahir, segera dikeringkan secepatnya terutama kepala, kecuali tangannya; tanpa menghilangkan vernix . Mulut dan hidung bayi dibersihkan, talipusat diikat.
  3. Bila bayi tidak memerlukan resusitasi, Bayi di TENGKURAPKAN di dada-perut ibu dengan KULIT bayi MELEKAT pada KULIT ibu dan mata bayi setinggi puting susu. Keduanya diselimuti. Bayi dapat diberi topi.
  4. Anjurkan ibu menyentuh bayi untuk merangsang bayi. Biarkan bayi mencari puting sendiri.
  5. Bila ibu merasa akan melahirkan bayi kedua, berikan bayi pertama pada ayah. Ayah memeluk bayi dengan kulit bayi melekat pada kulit ayah seperti pada perawatan metoda kanguru. Keduanya ditutupi baju ayah.
  6. Bayi kedua lahir, segera dikeringkan secepatnya terutama kepala, kecuali tangannya; tanpa menghilangkan vernix . Mulut dan hidung bayi dibersihkan, talipusat diikat.
  7. Bila bayi kedua tidak memerlukan resusitasi, bayi kedua DITENGKURAPKAN di dada-perut ibu dengan KULIT bayi MELEKAT pada KULIT ibu. Letakkan kembali bayi pertama didada ibu berdampingan dengan saudaranya, Ibu dan kedua bayinya diselimuti. Bayi – bayi dapat diberi topi.
  8. Biarkan KULIT kedua bayi bersentuhan dengan KULIT ibu selama PALING TIDAK SATU JAM; bila menyusu awal terjadi sebelum 1 jam, tetap biarkan kulit ibu – bayi bersentuhan sampai setidaknya 1 jam (UNICEF dan WHO: BFHI Revised, 2006 and UNICEF India : 2007, ( Klausand Kennel 2001; American College of OBGYN 2007 and ABM protocol #5 2003).
  9. Bila dlm 1 jam menyusu awal belum terjadi, bantu ibu dengan MENDEKATKAN BAYI KE PUTING tapi jangan memasukkan puting ke mulut bayi. BERI WAKTU 30 MENIT atau 1 JAM lagi kulit melekat pada kulit
  10. RAWAT GABUNG BAYI :Ibu – bayi dirawat dalam satu kamar, dalam jangkauan ibu selama 24 jam. (American College of OBGYN 2007 and ABM protocol #5 2003).Berikan ASI saja tanpa minuman atau makanan lain kecuali atas indikasi medis. Tidak diberi dot atau empeng

Sumber : https://www.facebook.com/notes/tambah-asi-tambah-cinta/serba-serbi-inisiasi-menyusu-dini/158140477581430