Monday, January 5, 2015

17+7 Alasan Tidak Menggunakan Susu Formula ( SUFOR )

"Saya harap ini tidak jadi perdebatan ya"

Kondisi Anak "tidak 100%" dipengaruhi dari ASI atau SUFOR , saya ketik sekali lagi "tidak 100%" ada presentase kecil yang mempengaruhi seperti : Kebersihan lingkungan , bagaimana pola hidup dan pola konsumsi makanan orang tuanya , dan faktor genetik juga mempengaruhi" 

Mudah-mudahan bermanfaat untuk ibu sekalian, yang barangkali sedang mempertimbangkan untuk memberikan sufor untuk bayinya, atau yang sebenarnya ingin tetap ASI, tetapi ada pihak lain yang menyarankan untuk memberikan sufor.

Ada 17 alasan berikut, dalam point-point yang singkat :

1. ASI masih cukup
2. Sufor bisa membuat sembelit, pada beberapa kasus membuat mencret
3. Kalau sudah minum sufor ada kemungkinan ngga mau ASI lagi, karena rasa sufor yang lebih “enak”
4. Sufor adalah susu sapi, bagaimana pun ada kemungkinan ketidakcocokan dengan bayi non sapi
5. Ada beberapa kasus bayi memiliki intoleransi terhadap laktosa pada susu formula
6. Ada beberapa bayi alergi sufor (bintik merah, gangguan pernafasan)
7. Sufor lebih sulit dicerna bayi, karena komposisinya berbeda dengan ASI
8. Beberapa bayi cenderung menjadi kegemukan setelah minum sufor
9. Anak menjadi keterusan minum susu padahal setelah besar tidak perlu lagi
10. Perlu biaya tambahan untuk beli sufor, ASI gratis
11. Sufor adalah susu cair yang dikeringkan lalu dicairkan lagi, proses pembuatan terlalu panjang, nilai gizi sudah sangat berkurang
12. Sufor banyak ditambahkan zat-zat kimia untuk mengganti gizi yang hilang, memberatkan ginjal bayi
13. Beratnya kerja ginjal dan pencernaan karena minum sufor, dapat menyebabkan tubuh tidak fokus, sehingga daya tahan tubuh berkurang
14. Karena rasa sufor yang manis, anak menjadi pemilih makanan
15. Jika anak terlalu banyak minum sufor karena rasanya yang manis, jadi terlalu kenyang untuk makan yang lain
16. Sufor dibuat untuk pengganti ASI, jika ASI masih ada, tidak perlu sufor
17. Susu bubuk awalnya dibuat untuk dibawa ke daerah yang jauh, agar tidak rusak. Jika kondisi tersebut tidak terjadi, sebenarnya tidak perlu susu bubuk.

Dari member milis yang lain, yang pernah bekerja di perusahaan susu, ada 7 point yang lebih komprehensif berikut :

1. Sufor adalah susu sapi yang sampai kapanpun tidak akan pernah sama dengan ASI.
2. Sufor yang tagline-nya kaya akan AA, DHA, kolin, dll yang fungsinya untuk otak, itu adalah smuanya premix atau bahan kimia sintetis & bukan alami. Sebagaimana kita tahu bahan kimia sintetis/buatan yang bila diberikan dalam jangka panjang akan memberikan efek samping yang dikhawatirkan akan merugikan.
3. Gula pada sufor mayoritas berupa sukrosa (dengan jumlah yang sangat tinggi di salah satu sufor). Ada juga sufor yang klaimnya tidak mengandung gula, tetapi gula karbohidrat berupa laktosa yang mirip dengan ASI. Namun, sampai kapanpun tidak akan pernah ada produsen yang dapat membuat gula persis dengan ASI. Gula tambahan itu yang akan menjadi bahan aditif, sehingga bayi ketergantungan pada sufor karena rasanya yang manis. Gula itu juga bersamaan akan mengganggu kerja organ ginjal bayi sehingga lebih berat untuk mencerna gula atau disebut Renal Salute Load (RSL).
4. Kasein pada sufor susah dicerna oleh bayi, sehingga membuat gumpalan di pencernaan bayi, yang membuat bayi mengalami gangguan pencernaan.
5. Memberatkan kantong
6. Jika diperhatikan di setiap kemasan sufor pasti ada tulisan keciiiilll “ASI adalah makanan terbaik untuk bayi”. Jadi di setiap kemasan ada warning, tetapi tetap menggencarkan kampanye untuk menjaga kontinuitas usahanya. Hal ini sebenarnya sudah melanggar peraturan dari WHO yang menyatakan bahwa sufor itu hanya untuk bayi yang benar-benar sangat tidak bisa mendapatkan ASI dari ibunya, karena ibunya mengalami gangguan sehingga ASI tidak keluar dalam jangka waktu lama) dan pemberiannya harus berdasarkan resep dokter.
7. Business is business, dan target sufor tetap berjalan, sehingga marketing tetap digencarkan untuk mengeluarkan stock sufor untuk bayi yang sebenarnya tidak membutuhkan.

Saturday, January 3, 2015

12 PERTANYAAN FAVORIT IBUNDA

Jawabannya diberikan secara gamblang oleh Dr. Jahja Zacharia, SpA dari RS Mitra Internasional, Jakarta.

Perlukah bayi disunat dan di usia berapa?

          Sunat secara medis dianjurkan dengan alasan kebersihan. Bayi usia berapa pun boleh disunat. Sunat berarti membuang penutup kepala penis/preputium atau kulup. Bila tak dibuang dan lubang kulup itu sempit, sekitar kepala dan leher penis bisa menjadi tempat berkumpulnya kotoran yang mengendap dan menyebabkan bau tak sedap bahkan menjadi sarang kuman penyebab infeksi. Jika preputium penis sejak lahir sudah bisa terbuka, aliran urine bagus dan lancar, kepala dan leher penis mudah dibersihkan, sunat boleh ditunda sampai si anak siap atau kalau ada indikasi lain seperti tradisi-kewajiban agama. Sebaliknya kalau bayi baru lahir kulupnya menutup rapat, panjang dan sempit sehingga urine tak lancar keluar, bahkan ujung preputiumnya menggelembung, anak menangis/mengejan saat BAK, sunat tidak bisa ditunda. Sunat di usia berapa pun tak akan memengaruhi fungsi dan ukuran alat vital.

Bagaimana dengan sunat pada bayi perempuan?

          Klitoris pada perempuan sama dengan penis pada laki-laki. Pada bagian kepala klitoris juga terdapat kulit kulup penutup yang sebenarnya bisa lepas sendiri. Bila memang belum lepas, bisa dibantu untuk melepasnya. Nah, ini mungkin yang disebut dengan sunat wanita. Dengan begitu, sebenarnya kalau kulit tersebut sudah lepas, tak perlu diapa-apakan lagi. Sebagian masyarakat memberlakukan sunat pada bayi perempuan. Biasanya, ujung kulup klitoris sedikit dilukai sampai mengeluarkan darah. Mereka juga bilang secara agama harus sama antara sunat penis dan vagina. Karena banyaknya praktik sunat bayi perempuan yang salah kaprah sehingga merugikan, petugas medis sudah tidak melakukannya lagi. Kalau secara agama, ya, itu pilihan masing-masing.

Kok bayiku sering ngiler?

Yang jelas tidak ada kaitan dengan mitos ibu ngidam yang tak kesampaian kok. Air liur diproduksi secara teratur dan akan ditelan, lewat kerongkongan sampai akhirnya masuk ke lambung. Jika air liur sampai keluar ada beberapa penyebab;

* Bayi tertidur dengan posisi miring atau tengkurap dengan mulut terbuka.
* Bayi sedang tumbuh gigi. Karena gusinya teriritasi secara alamiah ia akan memproduksi air liur lebih banyak.
* Perkembangan fase menggigit-gigit. Gerakan otot rahang saat menggigit-gigit otomatis akan
memproduksi air liur berlebih.
* Ada radang tenggorokan atau radang mulut yang menimbulkan banyak sariawan, sehingga bayi sakit menelan.
Ada juga penyebab yang lebih serius, antara lain:
* Kelainan bawaan, seperti kerongkongan tidak terbentuk dengan sempurna atau ada sumbatan. Umumnya kondisi ini memerlukan tindakan operasi.
* Gangguan saraf pusat yang menyebabkan refleks menelan pada bayi tidak bekerja dengan baik, begitu pun dengan koordinasi otot-otot mulutnya.

Bolehkah tidur tengkurap?

Posisi tidur terbaik bagi bayi adalah dengan posisi perut di bawah/tengkurap, atau miring ke kanan ataupun ke kiri. Dengan begitu bila ia gumoh, cairan langsung mengalir ke luar dan tidak tertelan lagi atau tersedak masuk saluran napas bayi. Namun bayi yang ditengkurapkan haruslah cukup bulan. Artinya, dia harus sudah bisa memindahkan kepalanya. Bila kemampuan ini belum dimiliki, bisa-bisa mukanya tertelungkup tertutup kasur dan menyebabkannya sulit bernapas. Perhatikan juga tempat tidurnya. Taruh bayi di atas kasur yang padat dengan seprai rapi dan tidak mengerut. Lepaskan kain bedong dari tubuh bayi saat akan ditengkurapkan. Jangan lupa, bayi masih bernapas melalui perut, dibedong hanya akan mengganggu gerak pernapasan perutnya, apalagi bila sedang tidur tengkurap.

Posisi tidur tengkurap tidak disarankan bagi bayi yang lahir prematur (berkaitan dengan fungsi organ tubuhnya yang belum matang) dan bayi yang mengalami sindrom gangguan pernapasan (sering mengalami sesak kala bernapas).

Bayi baru lahir sering BAB, apakah diare?

Tinja cair yang dikeluarkan bayi baru lahir bisa wajar dan tak berbahaya. BAB bayi, sangat dipengaruhi oleh susu yang dikonsumsinya. Konsumsi susu formula biasanya dapat menyebabkan konsistensi tinja jadi lebih liat. Kalau dibiarkan berkepanjangan, bayi mengalami susah buang air besar, tinjanya bisa jadi keras, berbentuk bulat-bulat (merongkol-merongkol), dan berwarna cokelat tua.
Sebaliknya, "bayi ASI" akan mengeluarkan tinja lembek, dengan konsistensi pasta bahkan bisa lebih cair berwarna kuning dengan sedikit busa. Terkadang disertai kotoran berupa biji-bijian kecil. Tampilannya memang seperti mencret namun jangan buru-buru mengasumsikannya sebagai diare. Karena ini normal saja. Lain hal Jika ada masalah di saluran pencernaannya. Biasanya selain BAB cair, juga disertai gejala lain seperti demam, muntah, serta mencret dalam jumlah banyak dan mancur. Jika itu yang terjadi, bayi harus segera dibawa ke dokter.

Kenapa bayi pipis sambil bergidik-gidik?

Kondisi ini wajar asalkan pancaran air pipisnya normal (tidak tersendat). Waspadai jika urine keluar tersendat/sedikit-sedikit. Khususnya pada bayi laki-laki. Gejala ini merupakan indikasi "pintu keluar" pada ujung penisnya sempit. Pada keadaan fimosis (kulup yang sempit) bila ia BAK, air seninya tak bisa memancar keluar dengan baik, kulupnya akan mengelembung karena pancaran urine tertahan lubang kulup yang sangat kecil itu. Pertimbangkan untuk dilakukan sunat. Kalau ada gejala lain seperti demam, rewel, sulit tidur (dan kalau berkepanjangan, mengalami gangguan pertumbuhan), bisa jadi bayi tersebut mengalami masalah pada saluran kemihnya. Karena itu sebaiknya periksakan ke dokter.

Mengapa perlu mengukur lingkar kepala bayi?

Karena ukuran lingkar kepala bisa mencerminkan proses pertumbuhan otak bayi. Ukuran lingkar kepala bayi yang normal sekitar 34 cm pada saat lahir. Selanjutnya akan bertambah 2 cm pada 3 bulan pertama, 1 cm pada 3 bulan kedua, dan 0,5 cm pada 6 bulan selanjutnya. Disarankan agar orangtua memantau perkembangan ukuran lingkar kepala secara rutin setiap 1 atau 2 bulan sekali sampai anak 2 tahun.

Bandingkan hasil ukuran yang didapat dengan grafik ukuran lingkar kepala dari Nelhaus yang selalu terdapat dalam buku catatan bayi. Bila kurva-nya masih dalam range yang ada, dan lebih kurang "sejajar" dengan kurva yang normal, berarti perkembangan kepalanya normal. Pengukuran ini bisa digunakan sebagai deteksi dini adanya kelainan. Namun demikian, ukuran lingkar kepala tak dapat diterapkan pada semua bayi, terlebih pada bayi prematur karena ukuran lingkar kepalanya memang kecil.

Bahayakah bila bayi terjatuh?

Parah tidaknya dipengaruhi oleh ketinggian, keras tidaknya ia terkena benturan, serta bagian tubuh mana yang terkena benturan. Yang jelas benturan keras yang mengenai bagian lunak kepala atau otak bisa berbahaya. Tanda-tanda yang perlu diwaspadai adalah adanya penurunan kesadaran (gejalanya bisa bayi tampak seperti mengantuk), terjadi mual dan muntah, serta perubahan pola aktivitas. Gejala-gejala tersebut merupakan alarm bagi orangtua untuk segera membawa bayinya ke dokter.

Vitamin bisa untuk penambah nafsu makan?

Orangtua umumnya memang percaya vitamin bisa menambah nafsu makan sehingga dapat melesatkan berat badan bayi. Padahal, tak ada satu pun vitamin yang berkhasiat me-nambah nafsu makan secara langsung. Jadi kalau si kecil tak mau makan lantaran sakit dan dokter memberinya vitamin, itu bukan karena vitamin tersebut bisa menambah nafsu makan, melainkan agar asupan gizi si kecilselama sakittidak kurang.

Apa benar bayi tak perlu lagi pakai gurita?

Sebenarnya tidak perlu. Kalau pun mau, gunakan gurita selama tali pusat bayi belum puput untuk menghindari gesekan pada proses penyembuhan bekas lukanya. Namun ikatannya jangan terlalu kencang. Ikatan gurita yang terlalu ketat akan mengganggu gerak pernapasan perut bayi yang masih lemah. Pertumbuhan organ-organ dalam rongga dada dan perutnya yang masih terus tumbuh dan berkembang, juga bisa terhambat.

Perlukah bayi dibedong?

Tidak. Bedong apalagi bila diikat sangat kuat malah bisa membuat peredaran darah bayi terganggu. Bisa juga menghambat perkembangan motorik si kecil karena tangan dan kakinya tak mendapatkan banyak kesempatan untuk bergerak. Gunakan bedong dengan ikatan longgar setelah bayi dimandikan atau kala cuaca dingin untuk menghangatkan tubuhnya. Pemakaian bedong sama sekali tak ada kaitannya dengan pembentukan kaki. Semua kaki bayi yang baru lahir memang bengkok dan akan lurus sendiri seiring pertumbuhannya.

Mengapa pada badan bayi ada tanda biru seperti lebam?
Tanda tersebut bisa merupakan tanda lahir yang dapat muncul dalam berbagai bentuk, warna, dan tekstur. Ada yang seperti stroberi yang teksturnya lunak dengan bentuk menonjol. Biasanya karena pembuluh darah melebar. Ada yang kebiruan/merah kebiruan dan rata. Tanda itu bisa muncul di bokong, punggung, tungkai atau pundak. Tanda pada kulit ini juga bisa disebabkan karena proses kelahiran, seperti trauma lahir. Bahaya atau tidak, harus dilihat dulu dari perkembangan tanda lahir ini. Umumnya tanda lahir ini tak membahayakan juga tak ada kaitannya dengan penyakit kulit.

Sumber : TATC (FB Group)

Yang BOLEH dan TIDAK BOLEH Dilakukan Saat Menyusui

Yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan Saat Menyusui


Ibu yang sedang menyusui harus tahu bagaimana caranya agar bisa memberikan ASI (Air Susu Ibu) yang optimal untuk buah hatinya. Untuk itu ketahui apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama menyusui.

Proses menyusui atau laktasi dimulai dengan produksi hormon oksitosin dalam tubuh ibu setelah bayinya lahir. ASI yang diberikan bisa menyediakan nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh bayi selama 6 bulan pertama kehidupannya.

Umumnya aliran ASI tidak stabil seperti misalnya kadang alirannya lancar tapi bisa juga berhenti. Tapi biasanya aliran ASI akan mulai stabil atau konstan setelah 2-3 hari setelah kelahiran.

Berikut ini adalah beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh ibu selama menyusui untuk menjamin pasokan ASI yang optimal ke bayi, yaitu:

Yang sebaiknya dilakukan selama menyusui

1. Perencanaan pola makan yang baik sangat penting untuk ibu, hal ini karena apapun yang dikonsumsi oleh si ibu bisa mempengaruhi produksi ASInya.
2. Ibu harus peka terhadap frekuensi kebutuhan menyusui bayinya, dalam waktu 10 hari pertama biasanya ibu menyusui sudah mengetahui bagaimana pola menyusui bayinya.
3. Usahakan untuk menghabiskan waktu yang cukup bersama dengan si kecil, seperti mengajaknya berbicara atau bernyanyi sambil menyusui.
4. Mengganti-ganti payudara sehingga bisa membantu mengurangi rasa nyeri yang muncul di puting.
5. Memberikan jeda beberapa saat untuk mempermudah proses pencernaan bayi dan juga mendukung gerakan ususnya.
6. Jika ibu memompa ASI, maka pastikan ASI disimpan dalam botol steril dan menjaganya dalam lemari pendingin dengan suhu yang tepat.
7. Bimbinglah bayi agar mendapatkan jumlah ASI yang cukup.

Yang sebaiknya tidak dilakukan selama menyusui

1. Sebaiknya tidak membiasakan bayi mengisap puting sampai ia tertidur, karena akan membuat ibu kekurangan waktu beristirahat.
2. Sebagian ibu berpikir anaknya baru merasa lapar jika ia sudah menangis, kondisi ini salah karena bisa memicu terjadinya over feeding. Untuk itu ketahui pola menyusui dari si kecil, sehingga ibu tak perlu menunggu bayinya menangis terlebih dahulu baru memberinya susu.
3. Beberapa ibu berpikir produksi susu akan meningkat jika asupan makanannya meningkat, padahal yang lebih tepat adalah semakin sering bayi menyusui maka produksi ASI akan semakin meningkat. Sementara over eating bisa menimbulkan dampak bagi kesehatan secara menyeluruh.
4. Ibu sebaiknya tidak menggunakan sabun untuk membersihkan puting susu dan aerola, tapi gunakan minyak khusus yang memiliki bahan dasar food grade.
5. Jangan tergoda untuk memberikan susu formula, air atau cairan gula pada si kecil kecuali karena adanya gangguan medis.
6. Memberikan dot atau botol saat menyusui bukanlah ide yang baik karena bisa membuat bayi mengalami bingung puting.

Sumber : Dari Berbagai Sumber

Wednesday, December 31, 2014

Bayi Demam, Tidak Selalu Pertanda Sakit

Tak perlu panik berlebihan saat suhu badan bayi menjadi panas atau hangat. Naiknya suhu tubuh pada bayi tidak selalu pertanda terkena penyakit. Namun, waspada tetap perlu!

Sebenarnya, demam adalah proses mekanisme tubuh yang sehat ketika menghalau penyakit. Bahkan boleh dibilang, demam berfungsi sebagai “alarm”  yang menunjukkan kalau tubuh sedang melakukan “perlawanan” terhadap adanya gangguan. Baik infeksi maupun perubahan lainnya.

Saat sel-sel darah menggempur penyakit, ada zat-zat kimia yang dilepas dalam aliran darah dan “berkelana” mengirim laporan ke otak. Laporan ini kemudian direspons dengan perintah agar tubuh mendongkrak suhunya. Alasannya? Agar menghambat perkembangbiakan penyakit serta merangsang pembuatan antibodi dalam tubuh.

Kapan disebut demam? Bayi dikatakan demam jika suhunya lebih dari 37,5ÂșC yang bisa diukur dengan thermometer. Dalam keadaan normal, suhu tubuh sudah diatur oleh pusat pengatur suhu badan di bagian dari otak (hipotalamus). Jika suhu lingkungan naik atau turun, tubuh akan mengirim sinyal ke pusat pengatur suhu tubuh untuk menyesuaikan kondisi tersebut.

Proses penyesuaian itulah yang akan “menampilkan” mekanisme tertentu. Misalnya, udara di sekitar dingin, maka pembuluh darah akan mengerut untuk mengurangi pengeluaran panas tubuh. Bila ini terjadi pada bayi Anda, biasanya dia akan mulai menggigil. Kontraksi otot ini merupakan proses untuk menimbulkan panas. Sebaliknya, jika udara di luar panas, pembuluh darah akan melebar dan kelenjar keringat akan bekerja untuk melepas kelembaban. Dengan begitu, suhu tubuh akan menurun lagi.

Perlu diingat. Sebelum membawa bayi ke dokter, ada beberapa hal yang perlu diperhatian untuk membantu mengurangi demamnya.
  • Kompres dengan cara mencelup handuk kecil ke air hangat terlebih dulu. Tambah kehangatan airnya bila demamnya semakin tinggi. Dengan demikian, perbedaan antara air kompres dengan suhu tubuh tidak terlalu berbeda. Jika air kompres terlalu dingin, hal ini justru akan mengerutkan pembuluh darah bayi. Akibatnya, panas tubuh malah tidak mau keluar. Anak jadi makin menggigil untuk mempertahankan keseimbangan suhu tubuhnya.
  • Jika bayi masih minum ASI, sering-seringlah disusui. Masuknya cairan yang banyak, lalu dikeluarkan lagi dalam bentuk urin, merupakan salah satu cara untuk menurunkan suhu tubuh.
Kapan ke Dokter? Suhu tubuh yang terlalu tinggi bisa membahayakan bayi. Yang jelas, jika bayi Anda yang berusia di bawah 3 bulan mengalami demam lebih dari 37,5 ° C, jangan tunda hubungi dokter. Apalagi, pada suhu ini bayi biasanya sudah mulai terlihat lesu.

PANDUAN MENYIMPAN ASI

Panduan Menyimpan ASI

ASI yang diperah atau dipompa haruslah disimpan secara benar untuk memaksimalkan kandungan nutrisi dan kualitas yang terkandung di dalamnya. ASI sebenarnya memiliki kandungan anti-bakteri untuk mempertahankan kesegarannya. ASI yang baru diperah atau dipompa pasti akan lebih segar dan memiliki kualitas yang baik/
Informasi dibawah ini dihasilkan dari riset terkini dan berlaku bagi para ibu yang:
  • Memiliki anak yang sehat dan lahir tidak premature (full-term babies)
  • Menyimpan ASI untuk keperluan di dalam rumah (bukan untuk keperluan di RS)
  • Mencuci tangannya sebelum memerah atau memompa
  • Menggunakan wadah atau tempat penyimpanan ASI yang telah dibersihkan dengan air panas, sabun dan telah disiram dengan air bersih.
  • Semua ASI yang disimpan harus diberi tanggal sesuai hari di saat ASI itu diperah atau dipompa.
Panduan Menyimpan ASI
Menyimpan sekitar 60 – 120 ml per botol sangat disarankan untuk mengurangi sisa ASI. ASI yang disimpan di kulkas lebih besar kandungan anti-infeksinya disbanding ASI yang beku dari freezer. Masukkan ASI kedalam kulkas biasa dulu untuk merendahkan suhunya baru pindahkan ke dalam freezer.
ASI bisa disimpan:
  • §  Dalam suhu ruangan (19-22°C) sampai 10 jam lamanya
  • §  Di dalam kulkas (0-4°C) sampai 8 hari (usahakan di bagian paling belakang dari kulkas) sampai 8 hari lamanya
  • §  Di dalam freezer (dengan suhu bervariasi tergantung berapa sering pintu freezer dibuka dan ditutup) sampai 2 minggu
  • §  Di dalam freezer dengan bagian khusus yang memiliki tutup terpisah dari pintu freezer (dengan suhu bervariasi tergantung berapa sering pintu freezer dibuka dan ditutup) sampai 3-4 bulan.
  • §  Di dalam freezer yang sangat dingin (-17 sampai -8°C) sampai 6 bulan lamanya
Tempat untuk menyimpan ASI
ASI yang disimpan di kulkas atau ASI beku dapat ditempatkan pada:
  • Plastik dengan permukaan keras (seperti botol bayi) atau wadah yang terbuat dari gelas dengan tutup yang rapat.
  • Kantong ASI yang didesain khusus untuk penyimpanan dalam freezer.
Catatan: botol susu sekali pakai tidak direkomendasikan untuk dipakai.
Bagiamana cara menghangatkan ASI?
  • Rendam atau aliri botol dengan air panas.
  • ASI jangan dipanaskan sampai mendidih
  • Perlahan kocok-kocok ASI sebelum mengukur suhunya. Mengocok secara perlahan juga akan membantu mencampur bagian yang mengental dengan yang cair.
  • Dilarang menggunakan microwave dalam menghangatkan ASI.
ASI beku yang telah dicairkan
Jika ASI beku telah dicairkan, masih bisa disimpan dalam kulkas biasa sampai 24 jam ke depan. Tetapi ASI tidak boleh dibekukan lagi. Tidak diketahui dengan pasti apakah ASI yang tersisa di botol aman dan masih baik kondisinya untuk diminumkan lagi kepada bayi pada saat minum berikutnya. Untuk mencegah hal ini, sebaiknya ASI disimpan dalam botol yang tidak terlalu besar, jadi mengurangi sisa ASI yang tidak terminum.

Menurut buku THE BREASTFEEDING ANSWER BOOK, halaman 228, beberapa penelitian menunjukkan bahwa terdapat kandungan zat dalam ASI yang tak dikenal untuk melindungi ASI dari bakteri dan kontaminasi. Sebuah studi, Barger & Bull 1987, mnemukan secara statistik bahwa tidak ada perbedaan kadar bakteri dalam ASI yang telah disimpan 10 jam dalam suhu ruangan dengan ASI yang telah disimpan selama 10 jam. Bahkan sebuah penelitian lain, Pardou 1994, menemukan bahwa setelah 8 hari disimpan di kulkas ada kecenderungan ASI memiliki kadar bakteri yang lebih rendah dibanding saat setelah diperah atau dipompa.

Sumber: diterjemahkan dari situs La Leche League ( http://www.lalecheleague.org )

15 CARA UNTUK MENGHENTIKAN TANGIS BAYI

15 Cara Hentikan Tangis Bayi

Tidak selamanya bayi berlaku manis. Kadang dia rewel, menangis tanpa jelas penyebabnya. Tak perlu ikut menangis karena hilang akal, pilih cara ini untuk mendiamkan tangis bayi.
  1. Cek popok, meski baru saja Anda ganti popoknya, apalagi bila bayi menggunakan popok kain. Untuk memberikan rasa nyaman pada saat tidur, sebaiknya pakaikan  pospak alias popok sekali pakai.   
  2. Coba susui, mungkin bayi lapar. Sesekali, coba menyusuinya dengan melepas baju atau hanya memakai pospak. Lalu, letakkan bayi dalam posisi meringkuk –seperti dalam rahim– dengan perutnya menempel pada perut Anda. Kekuatan sentuhan, hembusan napas dan detak jantung Anda akan membuat bayi merasa aman dan nyaman.  
  3. Periksa tubuh, mungkin ia digigit nyamuk atau bajumembuatnya gatal. Jika ada bentol bekas digigit nyamuk, boleh oleskan minyak kayu putih, minyak telon, atau bedak/lotion yang mengandung kalamin atau mentol. Jika perlu, ganti bajunya dengan baju yang terbuat dari bahan yang menyerap keringat dan ukurannya pas.
  4. Perhatikan suhu kamar, jangan-jangan ia kepanasan atau kedinginan. Bila menggunakan air conditioner (AC), suhu yang pas adalah  25-26 ÂșC. Pastikan kamar bayi tidak terlalu banyak perabotan dan sirkulasi udaranya baik.
  5. Gendong. Penelitian menyebutkan bahwa gendongan memberi efek  menenangkan. Di dalam gendongan, posisi bayi sangat rapat dengan dada Anda sehingga ia dapat mendengar detak jantung bunda yang sudah akrab dikenalnya selama dalam kandungan. Dalam gendongan, ia menjadi lebih mudah melakukan kontak mata dengan Anda. Bisikkan kata-kata lembut menghibur agar dia cepat tenang. Usap perlahan punggungnya karena sentuhan seperti ini akan mengurangi rasa cemas dan  memberikan perasaan nyaman pada bayi.  
  6. Senandung bunda. Jangan pernah merasa malu dengan kualitas suara Anda. Percayalah, lagu apa pun yang Anda senandungkan, adalah suara emas yang membuatnya tenang dan aman. Nyanyikan lagu berirama lembut, seperti Nina Bobo atau Kasih Ibu.
  7. Putar lagu-lagu berirama lembut atau suara alam, seperti air mengalir atau angin mendesau, menciptakan atmosfer tenang.   
  8. Berdansalah bersama bayi dalam pelukan Anda. Saat berdansa, sensor-sensor vestibular yang terletak di belakang telinga kita akan mengatur keseimbangan naik-turun, maju-mundur dan gerak ke samping kiri-kanan. Keseimbangan yang teratur ini akan membuat Anda dan bayi tenang dan nyaman.
  9. Bercerita. Bayi memang belum mengerti apa yang Anda ceritakan,, tapi dia bisa menikmati suara dan intonasi Anda saat membacakan cerita.  
  10. Pijat asyik. Mulai dari kaki, lanjutkan ke daerah tangan kemudian dada dan perut. Lakukan dengan gerakan seperti mengusap, ringan dan lembut. Gunakan baby oil. Pijat bayi bisa mengurangi kecemasan karena terjadi penurunan hormon adrenalin (hormon penyebab stres) dan melancarkan aliran darah.
  11. Buatlah mimik lucu atau gelitik perlahan telapak kakinya. Awalnya, bayi mungkin terkejut. Namun, cara ini justru membuat bayi tenang, bahkan tertawa.  Dengan tertawa, tubuh bayi melepas hormon endorfin yang membuatnya relaks.
  12. Kamar nyaman. Jauhkan dia dari lingkungan yang terlalu menstimulasi dirinya, seperti suara kendaraan lalu lalang. Jika mungkin, pilih kamar tidur yang tidak berdampingan langsung dengan jalan yang ramai atau ruang lain yang bising.  
  13. Segarnya mandi. Teteskan minyak lavender pada bak mandinya. Mandi dengan aroma lavender memberi efek menenangkan dan menyejukkan.
  14. Go on stroller! Letakkan bayi di dalam stroller, lalu ajak ia berjalan-jalan di dalam atau di sekitar rumah. Goyangan stroller akan membuat bayi seperti diayun-ayun dan membuatnya tenang.
  15. Gerakan berulang atau ritmis seperti naik mobil, dapat menenangkan bayi. Ajak ia keliling kompleks perumahan sekitar setengah jam saja, namun jangan lupa meletakkannya di car seat.  
Jika 15 cara ini tak berhasil menenangkan bayi, letakkan bayi di dalam boksnya, lalu tinggalkan kamar. Sebelumnya, pastikan di dalam boksnya tidak ada benda-benda yang berisiko menimpa bayi dan menutupi jalan napasnya, seperti bantal besar, selimut atau mainan. Tarik napas dalam dan lakukan aktivitas yang bisa menghibur diri Anda, seperti mendengarkan musik. Namun, jangan biarkan bayi menangis sendiri lebih dari 15 menit. Menurut Dr. Penelope Leach, penulis buku Your Baby And Child: From Birth To Age Five, bayi yang stres dan dibiarkan menangis lama, berisiko mengalami masalah psikologis di kemudian hari, misalnya bisa mengalami kesulitan belajar.

by. majalah AyahBunda

20 PERTANYAAN FAVORIT TENTANG BAYI

20 pertanyaan favorit tentang Bayi.

Bagi pasangan yang baru pertama kali dikaruniai seorang bayi, pastilah muncul banyak pertanyaan seputar perawatannya. Nah, inilah jawaban dr. Hadjat S. Digdowirogo, Sp.A., dari RS Medika Permata Hijau, Jakarta, terhadap 20 pertanyaan yang paling kerap dilontarkan orang tua.

1. Apakah bayi saya normal? Seperti apa sih ciri-ciri bayi normal itu?

Bayi bisa dikatakan normal jika:

- Tangisannya keras juga nyaring.

- Warna kulit kemerahan, dari muka, bibir, hingga tangan dan kaki.

- Lengan dan tungkai kaki bergerak aktif, tangan mengepal dan menekuk di siku, tungkai setengah tekuk di sendi paha dan lutut.

- Napas teratur dan tenang, dinding dada dan dinding perut bergerak teratur.

- Semua anggota badan lengkap dan sempurna, dari ujung kaki hingga ujung rambut. Tak terkecuali lubang mulut, lubang dubur, pusar.

- Tinja pada hari pertama sampai ke-7 berwarna hijau, hari berikutnya berubah jadi kuning. Sedangkan warna urin jernih atau kekuningan.

- Warna putih mata tetap putih, tidak kuning.

- Jika di usia 4 minggu dinilai semua fungsi tubuh baik berarti normal.

2. Apakah bayi saya cukup makan dan minum susu?

Kecukupan makan dan minum dapat dilihat dari kurva pertumbuhan berat badan, panjang badan, dan lingkar kepala. Kalau perlu dapat dihitung berapa nilai nutrisi yang dimakan/diminum bayi.

3. Ciri bayi lapar dan haus seperti apa?

Bisa kita lihat dari bibir dan mulutnya yang kering. Kalau diberi minum terlihat nafsu sekali, dan bisa minum banyak. Begitu juga kalau bayi lapar, terlihat rakus saat diberi makan, juga rewel. Sebaiknya berikan si kecil minum dan makan saat belum begitu lapar/haus.

4. Apa tanda-tandanya kalau si kecil sudah merasa kenyang?

Kalau bayi sudah puas minum ASI, biasanya tertidur selama sekitar 3 jam. Ciri lainya, kalau dia sudah kenyang, tidak mau makan lagi. Di sini paling penting ibu harus tahu persis porsi makan anaknya. Sebab tidak baik jika bayi kelebihan atau kekurangan makan/minum.

5. Kenapa bayi saya menangis melulu?

Bayi menangis banyak sebabnya. Bisa karena lapar/haus, bisa karena merasa tidak nyaman, sakit, mual, mulas, terlalu gerah, gatal, digigit serangga, dan lainnya. Untuk menghentikan tangisnya, cari penyebabnya dan hilangkan.

6. Saat tidur bayi saya selalu berkeringat, normalkah?

Bayi tidur berkeringat normal, sebab proses pertumbuhan badannya terjadi pada saat tidur. Jumlah keringat bisa dipengaruhi oleh udara sekitar.

7. Bayi saya kok enggak rewel dan jarang menangis ya, normalkah? Habis dia anteng sekali.

Kalau bayi anteng, coba ukur BB-nya dan bandingkan dengan kurva BB ideal atau normal bayi seusianya. Pasifnya bayi bisa juga dikarenakan kurang gizi dan saat itu otak tidak tumbuh secara optimal. Biasanya anak yang kurang gizi dan pasif seperti ini disertai penyakit anemia dan sakit lainnya.

8. Kenapa bayi saya cenderung pasif. Adakah kelainan padanya?

Bayi sehat harus ada interaksi dengan lingkungan. Pasifnya bayi harus dicurigai adanya gangguan pada proses tumbuh kembangnya.

9. Kok, bayi saya cuek kalau dipanggil namanya?

Bayi bisa menoleh saat dipanggil di usia 4-5 bulan. Tentu dengan catatan pendengarannya harus normal. Jika tetap cuek di usia 9 bulan, perlu diwaspadai kemungkinan ada gangguan perkembangan sosial.

10. Bolehkah bayi selalu mengenakan pospak (popok sekali pakai)?

Pospak sesuai fungsinya, sebaiknya dikenakan saat diperlukan, semisal ketika bepergian. Kenapa? Karena bayi perlu diperkenalkan dengan proses BAB dan BAK, seperti halnya makan dan minum.

11. Sudah digunduli berulang kali, kok rambutnya tetap tipis ya?

Jika sudah bakatnya atau bawaannya berambut tipis, digunduli sesering apa pun juga, rambutnya tidak akan banyak. Belum tentu juga bayi yang rambutnya tipis, saat besar nanti rambutnya tetap tipis atau jarang.

12. Kenapa bayi saya suka melihat ke atas?

Kalau di atas tidak ada objek yang dilihatnya, perlu diperiksa mata atau otaknya. Sebab mungkin terjadi kelainan pertumbuhan.

13. Bagaimana cara menggunting kuku yang benar?

Harus dilakukan sangat hati-hati. Sebaiknya dilakukan saat bayi tidur dengan menggunakan gunting kuku khusus, di ruangan terang, di tengah suasana tenang. Menggunting kuku harus dimulai dari bagian tengah, kemudian ke bagian pinggir/sudut.

14. Apakah telinga, hidung, dan lipatan kulit bayi harus dibersihkan setiap hari? Bagaimana caranya?

Daun telinga bagian luar dan dalam harus dibersihkan saat mandi. Tak terkecuali hidung dan semua bagian tubuh si kecil. Apalagi bagian tubuh yang terdapat lipatan dan bagian badan yang tersembunyi.

Saat membersihkan gunakan waslap lembut yang basah. Kalau perlu dengan menggunakan sabun. Kemudian bilas dengan air bersih. Pada bagian lipatan kulit yang sering basah oleh keringat atau air seni juga tinja, bersihkan setiap kali bagian itu basah atau ada kotoran.

15. Bayi saya setiap pagi bersin melulu, padahal tidak sedang pilek. Kenapa ya?

Bersin merupakan tanda hidung bayi menghirup sesuatu yang membuatnya alergi, biasanya debu atau udara pagi.

16. Apa semua bayi kuat divaksin? Katanya ada beberapa bayi yang tidak kuat vaksin tertentu. Apa benar? Lalu apa benar sering divaksin bayi saya bisa menjadi autis?

Kejadian setelah dilakukan vaksinasi disebut Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). KIPI bisa merupakan hubungan kausal dengan imunisasi, misalnya terjadi ensefalitis (radang akut otak) pasca imunisasi DPT dengan kemungkinan 1/1 juta dosis.

Sehingga dibandingkan manfaatnya, KIPI sangatlah kecil. Pada penyakit difteri 1 dari 15 pasien meninggal, pada tetanus kematian terjadi 1 di antara 10 kasus, sedangkan pada pertusis kematian terjadi 1 di antara 200 pasien.

17. Bagaimana cara memberikan stimulasi pada bayi, dari motorik hingga penglihatan?

Stimulasi diberikan melalui sistem pancaindra. Suara untuk pendengaran, benda atau adegan untuk penglihatan, dan belaian halus untuk perasaannya. Sedangkan untuk motorik dengan cara merangsang motorik kasar juga halus, memberikan mainan untuk dipegang,
dimanipulasi oleh bayi, merangsang supaya mau berusaha menggapai barang, misalnya. Tak lupa selalu ajak bicara bayi meski belum bisa menjawab.

Untuk pendengaran dan penglihatan agar diperdengarkan dan diperlihatkan suara-suara dan adegan yang baik. Jauhkan dari hal-hal yang bermuatan sadisme, kekerasan, dan jorok dalam bentuk apa pun.

18. Ada tidak suplemen untuk bayi supaya tidak gampang sakit dan selalu ceria?

Kalau makanan bayi baik, maka semua nutrien sudah terkandung di dalamnya. Dengan begitu, suplemen tak diperlukan.

Banyak faktor yang memengaruhi kesehatan fisik dan mental bayi, keadaan gizi hanya merupakan salah satu faktor.

Suplemen bisa diberikan pada bayi hanya untuk membantu pemulihan, sehabis sakit, misalnya.

19. Apa sih ciri-ciri khas bayi yang sedang sakit?

Bayi sakit pasti tidak gembira seperti biasanya. Nafsu makan/minum biasanya menurun, rewel, juga akan terjadi perubahan-perubahan dari kondisi biasanya, seperti tidur tak bisa pulas, muntah, mencret.

20. Perbedaan bayi sakit karena mencret, panas, pilek, kembung, alergi seperti apa?

Membedakan sakitnya bayi bisa kita lihat dari organ atau sesuatu dari tubuh yang diserang penyakit. Contoh: kalau mencret, kembung, berarti usus yang sakit; kalau pilek hidung yang diserang; kalau alergi berarti sistem alergi-imunologi yang terserang.

Tapi itu bukan patokan baku. Sebab bisa juga sakit tertentu karena penyebab sesuatu yang tidak kita duga, contoh mencret disebabkan radang telinga. Oleh karena itu perlu konsultasi dengan dokter jika setelah dua hari menangani si kecil yang sakit di rumah tak kunjung
mengalami kemajuan.

sumber: tabloid nakita